Al Islam Menyapa Nusantara

Adalah hal yang mengejutkan, tatkala tahun ini, seorang santri, jauh-jauh datang dari belahan timur Indonesia. Tepatnya Irian Jaya. Menguatkan niat, menetapkan hati mengarungi lautan selama 10 hari demi sekolah di Al-Islam. Terbayang sudah betapa lama dan jauhnya jarak. Hadiah dan juga anugerah bagi Pondok Pesantren “Al-Islam”. Bagaimana saat itu kami mendengar sendiri, wali santri tersebut menuturkan, bahwa ia tidak mau sekolah selain di Al-Islam.  Kami (penulis) sendiri, pernah seangkatan dengan santri yang berasal dari pulau yang sama. Itu terjadi sekitar tahun 2003. Dan kini, hal itu terulang kembali.

Tercatat berdasarkan demografi santri baru PSB tahun ini, dari Sumatera, mulai dari wilayah Aceh, RIAU, Kepulauan RIAU, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung, ada sekitar 27 santri.  Jumlah yang cukup banyak, untuk wilayah yang tidak lagi pulau Jawa. Seandainya kita berasumsi bahwa Pondok Pesantren Al-Islam di Sumatera berkembang karena alumninya, maka sudah berapa puluh atau mungkin ratus alumni tersebar di sana. Jumlah 27 santri itu adalah santri baru, belum lagi santri yang masih aktif dan belajar di Al-Islam sekarang.

Beberapa wilayah lain yang juga mengirimkan santri-santri tangguhnya adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan  dan bahkan Bali. Dan tentunya, wilayah-wilayah pulau Jawa sendiri, seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sendiri. Total jumlah santri baru tahun ini, tercatat 606 santri. Jumlah yang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Jumlah yang sebenarnya harus ditekan dengan sejumlah regulasi baru yang membatasi penerimaan santri baru seperti jumlah rombel, zona dan regulasi lainnya. Al-Islam Joresan alhamdulillah masih bisa lolos. Masih dipercaya untuk menerima keseluruhan santri tersebut. Apa rahasianya?

Salah satunya adalah keberadaan Al-Islam Joresan tidak mengganggu keberlangsungan lembaga pendidikan sekitar. Kok bisa? Faktanya, secara umum santri Al-Islam Joresan tidak hanya dari sekitaran kecamatan Mlarak, melainkan dari kecamatan-kecamatan lain di luar Mlarak. Bahkan, tercatat dari 19 Propinsi. Sehingga, Al-Islam Joresan meskipun “berjibun” santrinya, ini tetaplah membawa mashlahah bagi keberadaan lembaga pendidikan sekitar. Tak ada salahnya, jika kita menyebut “Al-Islam menyapa nusantara”. Syiar kita telah sampai, dari ujung barat Indonesia sampai ke ujung timur Indonesia.

Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, dengan berlandaskan bismillaah, berikhtiar memberikan layanan terbaik bagi umat. Memberikan pendidikan terbaik.  Semoga dengannya, keberadaan Al-Islam Joresan semakin bermanfaat dan semakin membawa maslahah bagi lebih banyak umat, khususnya di bumi Nusantara. Amiiin.

(Dikembangkan dari notes Ustadz Imron Ahmadi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*