Apel Tahunan dan Parade Konsulat Tahun 2019

Apel tahunan dan parade konsulat menjadi agenda yang selalu diminati. Pasalnya selalu dan selalu ada perubahan dalam konsepnya. Selain jarang, apel tahun ini juga diikuti semua elemen pondok, mulai dari santri, asatidz, tenaga kependidikan dan pengurus yayasan. Dengan uniknya pernak-pernik Apel tahunan dan parade konsulat ini, tak jarang alumni request untuk live streaming untuk bisa langsung menyaksikannya. Tak ubahnya yang dekat dengan almamater, tak hanya satu dua yang kemudian Ngevlog demi mengabadikan moment ini atau mungkin demi like subcriber. hehehe.

Pernak-pernik Apel Tahunan

Dilaksanakan di lapangan baru. Yang barangkali hampir semua alumni belum mengetahui atau bahkan mengalaminya. Terletak di selatan Ibu Semi, tanah seluas kurang lebih 300 meter persegi. Tepat di barat Asrama putra. Meski cukup luas, ternyata lapangan ini bisa dibilang masih kurang luas untuk menampung seluruh santri dengan konsep upacara tentunya.

Didesain seluruh peserta upacara menghadap ke arah panggung utama, dimana Pimpinan berada. Terdapat banner utama sepanjang 20×3 meter di belakang tamu undangan. Diikuti tak kurang dari 200 lebih asatidz dan tenaga kependidikan Pondok Pesantren Al-Islam.

 

Pesan Moral Pimpinan

Dengan adanya apel tahunan seperti ini, santri-santri baru khususnya akan lebih mengenal bagaimana dan seperti apa Pondok Pesantren Al-Islam Joresan. Meski bimbingan ini akan lebih fokus pada agenda lanjutannya, Pekan Perkenalan. Namun, apel tahunan ini sendiri diharapkan akan memberikan suntikan semangat dan motivasi kepada seluruh santri umumnya untuk belajar lebih giat dan semangat. Senantiasa dan selalu ada pesan moral yang diberikan pimpinan dalam acara ini.

Seperti hari ini, yang di sela-sela sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, Ustadz H. Usman Yudi, M.Pd.I memberikan pesan dan wejangannya kepada seluruh santri. Bahkan untuk menjadi sukses seseorang harus punya “knowledge”. Dan untuk punya “knowledge” orang harus suka membaca. Beliau berharap dalam pesannya agar semua santri memiliki kebiasaan membaca yang kuat. Dari sini harapan kesuksesan seseorang akan semakin besar, karena pengetahuannya yang luas akan menuntunnya untuk melihat peluang-peluang yang jauh lebih besar.

BACA JUGA  No More Dream

Dan untuk menegaskan pentinya acara ini. Pimpinan juga menyampaikan dengan tegas, bahwa seluruh santri baru tidak secara resmi diakui sebagai santri Pondok Pesantren “Al-Islam” jika tidak mengikuti apel tahunan, parade konsulat, dan pekan perkenalan. Rangkaian ini tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Saling berkaitan. Ini adalah sunnah pondok, tapi wajib diikuti. Tegas beliau.

Tema Kebhinekaan

Untuk tahun ini sendiri, tema parade konsulat ini adalah “Keeksotikan Kota Reog sebagai Kota Pesantren”. Menggaet nama kota Ponorogo dengan kota Reog untuk menggambarkan betapa luar biasanya budaya kota ini begitu berkembang. Kota yang identik dengan warok dan reognya kini telah berkembang menjadi kota pesantren nan damai. 

Tak ubahnya Pondok Pesantren “Al-Islam” yang kini semakin berkembang dan mengibarkan sayapnya. Tak kurang dari 2600 santri kini tercatat aktif sebagai santri. Jika menelisik asal-usul daerahnya, tak kurang dari 22 Provinsi. Hampir mencapai jumlah keseluruhan provinsi yang ada di Indonesia. Dalam Apel tahunan dan parade konsulat tahun ini, Pondok Pesantren Al-Islam ingin menampilkannya dalam inspirasi kebhinekaan dengan balutan barisan arakan penyebar agama islam di Ponorogo, arakan Reyog dan jathil, arakan Para pendiri Al-Islam, dan arakan Perwakilan santri Al-Islam seluruh Nusantara.

Jika anda memperhatikan dengan seksama, Anda akan mendapati hampir semua barisan konsulat memakai berbagai atribut yang sarat dengan budaya lokal. Baik itu budaya asli Ponorogo atau budaya asal konsulat itu sendiri.

Arakan Parade Konsulat

Apa sih yang secara utuh kemudian disematkan dalam Apel tahunan dan parade konsulat tahun ini?

– Mobil polsek
– Sound stand siaran
– Petugas Upacara
– Pembawa banner Parade
– Paskibraka
– Marcing band
– Parade karnaval bhineka ( arakan penyebar agama islam di Ponorogo, arakan Reyog dan jathil, arakan Para pendiri Al-Islam, arakan Perwakilan santri Al-islam seluruh nusantara, arakan profesi)
– Pawai sepeda ontel dari 43 konsulat
– Kereta ustadz Ustadzah
– Santri baru
– Peserta KSM dan PORSENI
– Parade Konsulat 

BACA JUGA  Kejarlah Mimpimu

Rute Parade Konsulat

Rangkaian arakan yang sangat panjang. Sehingga jalan-jalan dipenuhi barisan konsulat. Jika dihitung panjangnya, tentu tak kurang dari 2 Km panjang arakan ini. Adapun rute yang diambil adalah Lapangan Selatan Pondok Pesantren Al-Islam – Perempatan Pasar Pon – Pertigaan Utara Koramil – Perempatan Blebakan – Perempatan Nglumpang – Pertigaan Joresan Utara – Perempatan Darul Hikam – Lapangan Volly Pondok Pesantren Al-Islam.

Seluruh santri yang ada di Pondok Pesantren Al-Islam wajib mengikuti Apel tahunan dan parade konsulat. Peserta Parade Konsulat berasal dari kelas 1 – kelas 6. Dibagi dalam kategori santri baru, yakni kelas 1 MTs., 1 Intensif dan 1 SMK dibariskan sendiri sesuai dengan kelasnya masing-masing dan santri kelas 2 – kelas 6 baris sesuai konsulatnya masing-masing.

Semoga dengan kegiatan ini seluruh santri akan terpupuk rasa kebersamaan dan menjalin ikatan tali persaudaraannya. Terbentuk karakter santri yang mencintai Pondok Pesantren Al-Islam dan terwujudnya santri yang berpengetahuan luas serta berbudi luhur. Amiiin

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*