Forget You

Taehyung kemudian menatapku tajam, dan beberapa detik kemudian ia pun menarik tanganku, banyak murid di kordor yang tampak kaget denga perlakuan Taehyung terhadapku, begitupun Ji Min yang menatpku dengan seribu tanda tanya dimatanya. Aku pun meronta dibalik genggaman tangannya, namun nihil, tangannya lebih kuat dari tenagaku, akupun pasrah dengan apa yang diperbuat Taehyung kepadaku sekarang ini.

Taehyung membawaku ke taman belakang sekolah, ia pun mulai melonggarkan genggaman tangannya ditanganku. Aku pun dengan cepat menarik tanganku. Tanpa menatap mataku, Taehyung melanjutkan kata-katanya yang sempat terhenti saat dikoridor “kau tahu kan, Ji Min tak bisa melupakan cinta pertamanya, mengapa kau menaruh harapanmu padanya, mengapa kau menyakiti dirimu sendiri, mengapa kau begitu mencintainya saat hatinya bukan untukmu?” akupun membeku ditempat, aku merasa kata-katanya sedikit banyak menggores hatiku, tak terasa air mata pun menetes seiring dengan balikan badan Taehyung. Kemudian tanpa ragu,ia mengusap air mataku “lupakan dia, aku mohon, menyakiti dirimu sendiri sama dengan menyakiti diriku juga, aku benar-benar mengkhwatirkanmu”. Aku hanya menatap Taehyung dalam. Memori di otakku berputar dengan sendirinya, memperlihatkan padanya betapa bodohnya aku mengharapkan seseorang yang tak akan aku miliki, betapa bodohnya aku menangis hanya untuk orang yang mungkin tak menganggap keberadaanku disekitarnya. Aku menurunkan tangan Taehyung yang ada dipipiku. “Terima kasih Taehyung, kau menyadarkanku akan hal ini”. Taehyung pun tersenyum “berjanjilah padaku untuk melupakannya” ucap Taehyung, aku hanya tersenyum mendengar kata-katanya. “aku tidak akan berjanji padamu Taehyung, aku akan berjanji pada diriku sendiri.”

***

BACA JUGA  Kejarlah Mimpimu

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*