Hari Santri Nasional Sebagai Tadzkirah Semangat Para Santri

Hari santri nasional adalah salah satu media yang cukup ampuh untuk menjadi pengingat bagi semua Santri khususnya di pondok pesantren Al Islam. Mengingatkan agar santri bersikap bagaimana sebenarnya santri bersikap. Mengingatkan agar mereka berkontribusi nyata sebagaimana para pendahulu berkontribusi pada bangsa. Berperan dalam pembangunan Nasional, baik dalam ranah pendidikan, ekonomi dan pembangunan moral.

Mengingatkan bahwa secara historis membuktikan bahwa santri memiliki peran dan fungsi yang sangat nyata dalam pertahanan negara. Kita tentunya ingat, bagaimana Kyai Haji Hasyim Asy’ari memimpin pergerakan untuk melawan penjajah. Dan beliau pun jadi salah satu tokoh Sentral pergerakan tersebut. Mengobarkan semangat resolusi jihad pada jiwa santri-santri. Mendorong jiwa santri untuk siap berjuang dan mempertahankan negara, Semangat yang layak untuk senantiasa dijaga kobarannya.

Belum lagi kenyataan bahwa pondok Pesantren dan hampir semua ulama-ulama nya memiliki kontribusi nyata di dalam masyarakat khususnya dalam pembentukan akhlak.

Dan hari ini pun, pondok Pesantren Al Islam ikut memperingati hari santri nasional. Satu upaya yang ditanamkan adalah agar santri benar-benar menghayati Bagaimana seorang santri itu. Dalam kesempatan sambutannya, direktur Pondok Pesantren Al Islam menyampaikan santri menghayati dari Ikrar santri yang sama-sama dibaca. Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan kedisiplinan meningkatkan ilmu pengetahuan bersemangat dalam berjihad  mencari ilmu, dan lebih bersemangat dalam memperjuangkan cita-cita.

Beliau menceritakan bagaimana seorang peneliti mendapatkan kenyataan, bahwa banyak orang yang berhasil itu bukan disebabkan karena keberuntungan nasib. Peneliti tersebut menemukan bahwa orang tersebut terangkat dan berdasar dari semangat dan tekad.

Dan kami sendiri sering mendengar hal ini disampaikan, namun demikian, secara pribadi kami sangat setuju. Ini dikarenakan, sebenarnya sebuah pembelajaran benar benar masuk pada diri seorang murid dengan proses pengulangan yang cukup. Akan semakin menancap di hati, jika disampaikan berulang kali dan diingatkan dalam berbagai kesempatan.

Dari sini beliau berharap, pondok Pesantren Al Islam kelak akan tumbuh menjadi generasi yang bersemangat pantang menyerah, dan fokus pada cita-cita mereka. Tidak terlalu memusingkan, siapa dan bagaimana latar belakang mereka. Semangat untuk mencapai cita-cita.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*