Indahnya Cinta Dan Persahabatan

Ini lagi.. Aku ngga ngerti sama perilaku Minda, yang ini. Dia mau duduk bentar di tengah jalan mau ke halte. Aku sih nurut aja. Awalnya, aku cuman fokus sama cemilan di tanganku ini.Tapi kok,tiba-tiba…“Ada yang dateng! Aku mau pergi! Aku ngga mau di sini! Aku benci dia!”, teriak ku dalam hati. Sekarang, aku telah melahap habis cemilanku. Bingung asli, mau ngapain.Fix,aku salting. “Minda, ayo pulang..”, kataku sama Minda yang baru asyik ngobrol samatemenyanglain.“Nanti dulu ah La”, jawab Minda, santai. Dia bener-bener gak mikirin aku yang dari tadisalting,dan muakliat… “Gawat! Ini bener-bener gawat. Tuhan…”, aku pengen teriak sekenceng-kencengnya, berharap temen-temen denger dan bakal segera pulang.

BACA JUGA  Keluarga Kedua

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*