Indahnya Cinta Dan Persahabatan

Entah kapan waktu uda mulai berdetik, dia… Iya, dia. Fauzan. Uda turun dari sepedanya dan sekarang jalan,menghampir iaku. “Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, boleh?”, ujarnya dengan nada lembut dan tanpakus dari,aku  mengangguk. Aku lihat sekelilingku. Masih sama, masih temen-temenku aja yang di sini. Dan masih saja, mereka sibuk ngobrol. Seperti tidak tau, aku ‘akan’ ngobrol sama Fauzan. Atau mungkin berpura-pura tak tau(?)

Aku duduk. Tepat di depan dia berdiri. Capek tau berdiri.
“Aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu”, kata Fauzan dengan singkat. Jelas. Mendarat tepat di telinga. Mengebom hatiku. Meledaklah, duar!

BACA JUGA  Sahabat Selamanya

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*