Kebersamaan Mereka

“Sudah-sudah, ayo kita pulang! Evan dah nungguin tuh..” ajak Aldo.

Tak terasa mereka sudah diujung lapangan bola voly yang sedari tadi mereka lewati. Ketika sampai di parkiran, mereka melihat Evan diantara kerumunan motor yang masih terparkir rapi disana.

“Ah…kalian! Lelet banget jalannya! Capek nungguin kalian, dah laper nih. Cepatlah pulang!” ucap Evan begitu melihat teman-temannya yang tengah mencari letak masing-masing motornya. Tak ada respon, yang ada hanya suara motor kebanggaan mereka, hendak mengantar mereka pulang.

# # # #

Hari masih pagi, salah satu SMA di kota Balikpapan itu masih tampak sepi. Belum banyak siswa yang datang.

“Heiaa… Chand mana?  Kok belum datang? Biasanya dah datang duluan, setia menunggu kita disini?” Denis nerocos, melepas helm yang masih terpasang rapi di kepalanya.

“Entahlah… dah dikelas mungkin!” sahut Evan menghampiri  Denis.

“Ataukah dia sakit?” Aldo menimpal tiba-tiba seraya merapikan letak motornya. Mereka bertiga penasaran. Denis dan Evan tak sadar menaikkan pundak mereka bersamaan, bermaksud tidak tahu. Mereka berjalan menuju kelas masing-masing, disusul Aldo dibelakangnya.

Dering bel, tepat pukul 14.45 WIB menandakan jam pelajaran telah usai. Aldo dan Evan keluar dari kelas menuju parkiran, menghampiri Denis yang sendirian di depan kelasnya.

“Hei…. Chand mana?”, sap Aldo melambaikan tangannya, berharap jawaban pasti dari Denis.

“Dia nggak masuk hari ini, entaha kenapa!” Denis menjawab, muka tetap datar tanpa ekspresi.

“Mungkin dia sakit..” tebak evan sedikit masuk akal.

Aldo ttak merespon apapun, dia melangkah maju kedepan diikuti Evan dan Denis, sama-sama menaikkan pundaknya masing-masing.

“Kita ke rumah Chand, yuk! Sekalian main kerumahnya.!” Ajak Denis ketika tiba di parkiran. Mereka sudah siap dengan motornya, bergegas pulang menuju rumah masing-masing.

BACA JUGA  Rintangan Hidup Yang Kujalani

Bersambung…..

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*