Kejarlah Mimpimu

Fikri: “Iya bu”

Fikri bergegas ke kamr mandi. Tiga puluh menit telah berlalu.

Fikri langsung ganti baju dan sarapan pagi. Selesai sarapan, Fikri berpamitan kepada ibu. Selama ini naik sepeda butut dari ayahnya. Ayah membelikannya waktu ulang tahun yang kedelapan waktu kelas 2 SD.

Setiap sepedanya dikayuh keluarlah suara aneh, mirip suara kentut. “tut…tut…tut…tut”.

Setiap mendengarkannya orang langsung ketawa karena suaranya entah berasal dari sepeda atau Fikri. Tapi Fikri tetap sabar karena ayah selalu bilang begitu kepada Fikri.

“Sabar adalah kunci untuk sukses”, ayah sering berkata begitu kepada Fikri sampai-sampai Fikri selalu diolok-olokkan Ray, Elena, dan Juanda.

Juanda: “Ki itu suara sepeda kamu atau kentut kamu?”, tanyanya cekikikan.

Ray: “Ki sepeda butut masih dipake, diataruh dimuseum bisa dijadikan sejarah tuh”, Ray ngomong sambil ketawa. Tapi Fikri tidak memasukkan perkataan tersebut didalam hati.

BACA JUGA  Tashofah Sebagai Ibtida' Mujahadah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*