Keluarga Kedua

Pertama, namanya Eva. Dia anaknya cantik dan cerewet, tapi susah ditebak. Dia juga sangat baik padaku. Suka bantuin saat aku belum paham pelajaran, terutama pelajaran Matematika. Jujur saja, aku sangat benci pelajaran Matematika, saking bencinya kadang aku tidur saat jam pelajaran Matematika. Maka dari itu kadang saat ulangan, aku tidak dapat mengerjakannya. Aku dan Eva sudah seperti saudara kandung, kemana-mana pasti bareng, mungkin pas ke kamar mandi aja yang gak bareng.

Yang kedua namanya Hanik, dia unik orangnya, suka gak jelas sendiri, suka nyanyi-nyanyi sendiri, suka ngomel-ngomel sendiri, pokoknya sahabatku yang satu ini suka gak jelas lah. Tapi dia ini jago dalam hal satra, dia suka baca novel, cerpen, maupun buku bacaan lainnya, makanya dia pinter kalau ada tugas buat puisi atau karya tulis lainnya. Lucunya kalau  dia lagi marah, diganggu sedikit pasti langsung naik pitam. Makanya aku sering gangguin dia kalau dia lagi marah-marah, Chandsnya dia lucu sih.

BACA JUGA  Tashofah Sebagai Ibtida' Mujahadah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*