Kesan Tersirat Di Balik Amaliyah Al-Tadris

Masih ingat dengan “rottibuu juluusakum, wa dho’uu maa amaamakum…..!”? Ungkapan itu sampai kini masih terasa di hati. Mengungkapkan bagaimana sebuah model pembelajaran di desain nyata bagi santri-santri kelas VI Pondok Pesantren Al-Islam. Tak sekedar mengajar, tapi mengajar yang diarahkan sesuai kaidah yang ada. Belajar mengenal apa itu naqd (kritikan) dan aplikasinya dalam pembelajaran, mengenal i’dad tadris (RPP) yang benar, persiapan yang tepat dan pemanfaatan wasaailul idhaah (media pembelajaran).  Maka tak jarang, alumni Al-Islam yang bertebaran di berbagai wilayah dengan profesi guru yang cukup mendominasi.

Suka duka di kegiatan ini adalah saat di naqd oleh santri lainnya, pingsan saat mengajar, keringetan saat di depan kelas, lupa hafalan i’dad, salah tulis, kaki gemetaran dan lainnya. Hanya ada satu kata untuk mengungkapkannya, “luar biasa!”. Mengesankan dan berkesan!

Tak jarang, ada santri yang basah oleh keringat sebab jumlah naqd yang luar biasa banyak. Kesalahan yang sebenarnya dihindari namun banyak muncul dan dilihat. Naqd itulah yang di kemudian hari sebenarnya menjadi nilai-nilai positif dan menjadi evaluasi serta ishlah. Menjadi acuan yang senantiasa diingat saat mengajar. Menjadi bahan untuk menyebarkan ilmu pengetahuan di masyarakat dengan lebih tepat.

Namun inilah pembelajaran sesungguhnya. Tak mudah mungkin menjalaninya, namun setelah melewatinya, guratan kenangannya akan tetap terasa hingga di Masyarakat. Sejak hari Sabtu, 9 Februari 2019 Pondok Pesantren Al-Islam menggelar amaliyah al-tadris. Pemandangan kelompok naqd di sana-sini, ustadz-ustadzah baru begitu rapi menggunakan seragamnya, wasa’ilul idhaah yang ditenteng sana sini, dan tak ketinggalan foto bersama untuk mengabadikan momen langka ini. Hehehe

Doa untuk mereka hanyalah semoga kelak ilmu yang mereka pelajari dan dapatkan bisa bermanfaat bagi masyarakat seluas-luasnya. Bermanfaat untuk dirinya, keluarga dan sekitarnya. Amiin

BACA JUGA  Revitalisasi Pembelajaran Dan Penerapan K13 Bagi Asatidz MTs

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*