Ketegangan Saat Ujian Syafahi

Bagi setiap alumni dan santri pp alislam joresan pasti ingat dan terkesan dengan momen ini. bagaimana tidak? pelajaran yang sudah diajarkan terutama pelajaran bahasa arab, bahasa inggris dan al-Qur’an akan diujikan secara lisan. Ya, pertanyaan akan dilontarkan langsung oleh ustadz/ustadzah penguji dan mesti dijawab langsung oleh santri. Saat itu juga.

[R-slider id=”2″] Giliran pasti datang dan tentu akan malu sekali jika tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Namun tak jarang juga yang hanya berbalas senyum “cengar cengir” kepada sang ustadz. ya begitulah anak-anak. ada yang sudah mempersiapkan dengan baik, ada pula yang sebaliknya.
Yang jelas, masing-masing anak akan diuji. Kesan begitu membekas dengan adanya ketegangan saat dihadapan asatidz, khususnya yang materinya terkait hafalan. Yang merasa hafalannya banyak,oke oke saja. Namun yang merasa kurang tentu akan kelabakan. Tak ada waktu untuk berfikir saat sudah berada di depan ustadz. Harus dijawab saat itu juga. Sehingga ada pula yang sempat berkilah, “tadi diluar hafal lho tadz,di dalam kok hilang ya!”, sambil cengingisan. Saya (penulis) tak jarang menimpali, “oh iya. tadi saya lihat hafalan kamu jatuh di samping meja tadi !”. ah,ada -ada saja anak-anak ini.
Ujian syafahi ini digelar mulai hari sabtu, 26 Nopember 2016 kemarin. Dan suasana pondok sampai hari ini masih ada yang mengikuti ujian tersebut. Yah, harus tuntas. Ujian syafahi sampai sekarang diberlakukan sebagai syarat ujian tulis. Ada tiga kolom tanda tangan di belakang kartu ujian, yaitu tanda tangan wali kelas, penguji bahasa inggris dan penguji al-qur’an/tafsir. Yang artinya,jika ingin ikut ujian tulis harus mendapat semua tanda tangan tadi. artinya harus ikut ujian lisan. Jika tidak tentu tidak dapat. Bagaimana jika belum ikut? tenang saja, ada tim yang selalu berkeliling memeriksa kartu tersebut.Jika ada yang tidak lengkap, sanksi sudah menunggu. 😀
Masih ingatkah dengan ketegangan ujian syafahi anda kala itu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *