Kupu-kupu Cinta

Hari minggu pun tiba, aku pun pergi bersama teman-temanku karena Raka sangatlah sulit dihubungi. Kami nongkrong ditempat  cafe biasa yang kami ngumpul bersama. Tak lam kemudian aku melihat Raka bersama seorang wanita. Hati serasa akan copot, hancur, kaget, dan marah, ternyata wanita itu Sarah. Anak pindahan dari Jakarta dan ketika akan kukejar dia keburu pergi dengan naik motor. Sumpah gak nyangka…

Akupun langsung pulang kerumah dengan naik motor. Dijalan aku hanya bisa menangis tersedu-sedu, sakit, bagaimana bisa ini terjadi? Bingung yang kurasakan, aku hanya bisa bertanya-tanya dalam hatiku, “Ya tuhan apakah mungkin ini nyata?”

Sesampaina dirumah aku langsung menuju ke kamar. Ku kunci rapat-rapat kamar agar gak ada orang yang masuk. Akan tetapi serapat-rapat pintu kamarku tetap saja ibuku mendengar jikalau aku menangis. Ibu mengetok pintu kamarku bertanya kepadaku mengapa aku menangis. Tapi aku tak bisa menjawab pertanyaan ibuku karena pikiranku sudahlah amat kacau. Satu jam berlangsung ibu menyuruhku mengambil air wudhu dan shalat lalu akhirnya aku bisa buka pintu kamarku dan keluar ku turuti saran ibuku.

BACA JUGA  Kebersamaan Mereka

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*