Kupu-kupu Cinta

Setelah aku ambil air wudhu perasaanku sudah mulai tenang, lalu aku shalat maghrib dan kemudian makan malam bersama keluarga lalu aku ditanya ibu apa yang terjadi. Tapi apa boleh dikata aku hanya bisa diam lalu aku masuk kamar dan menghubungi Raka tapi seperti biasa Raka sangatlah sulit dihubungi. Besoknya pun aku tanyakan kepadanya di kantin, tapi jawabannya “Mungkin kamu salah lihat!”. Bagaimana bisa aku salah lihat padahal jelas-jelas aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Dengan tanpa banyak pikir aku langsung nyolot kepadanya dengan menggunakan nada yang tinggi, dia pun marah kepadaku dan meninggalkanku dikantin. Akhirnya aku mencoba ngobrol dengannya dan meminta maaf kepadanya. Tak berlangsung lama aku dengan Raka pun baikan, tapi…. belum lama baikan dengannya, besoknya aku melihatnya dengan Citra teman sekelasnya. Aku pun bingung dan hanya bisa menangis dikelas.

Alipun datang, dia berkata;

“Kamu kenapa,sih? Hei jangan nangis!”

“Apaan sih? Udah gak usah sok perhatian deh.” Jawabku.

“Siapa yang perhatian, aku hanya kasihan sama kamu!” sahutnya.

Cowok yang aneh tapi entah kenapa dia membuatku sedikit tenang. Selesai pulang sekolah beberapa hari kemudian akku mulai baikan denngan perasaanku tapi ketika mulai baikan aku malah mendengar kabar kalau Raka itu adalah playboy banayk gebetan dimana-mana. Sakit hatiku, air mataku pun tumpah dengan derasnya dan ketika aku menangis, lagi-lagi Ali datang menenangkanku sungguh memilukan hati. Suatu ketika aku berantem dengan Raka kami berantem dengan hebat dan akhirnya putus ketika naik kelas 3 SMA dan dikelas 3 aku mulai menata hatiku meminta kepada Allah agar tidak diberikan kesediahan lagi dan sekarang aku mulai rajin belajar. Selalu tanya-tanya Ali dan meninggalkan kebiasaan jelekku bertanya jawaban kepada Ali ketika ulangan harian. Sekarang aku serius belajar dan arena keseriusanku dan kebulatan tekadku untuk berubah aku pun bisa lulus dengan nilai yang membanggakan dan akhirnya aku masuk di Universitas yang aku inginkan dan kutinggalkan Raka dari hatiku.

BACA JUGA  Forget You

Sekarang entah kenapa aku jadi sedikit ada rasa dengan Ali karena mungkin aku satu kampus dengannya dan selesai wisuda tak sangka Ali melamarku tanpa proses pacaran. Sungguh indah skenariomu Ya Allah, cinta yang kuharapkan ternyata cinta yang salah. Cunta sejatiku ternyata adalah orang yang tak kuharapkan. Dia adalah temanku sendiri dan akhirnya aku menerima lamarannya dan akhirnya kami pun menikah dan bahagia.

 

***

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*