Love Is The Answer For Everything

Ouh.. gitu ya, tapi kurang jelas. Boleh tidak kalau kamu nanterin kesana  ??

Deg,, serasa aliran darahku berhenti seketika. Tersirat raut wajah enang dan bimbang. Aku masih ragu dengan semua ini, pekikku dalam hati. Laluaku tak berniatuntuk membalas pesannya. Tiba- tibaponselku berdering.

Ayolah bell,, pliss,, ini sangat penting dan aku ingin kesana.

Aku mulai berubah fikiran, aku tepis semua rasa keraguan itu, lalu aku balas dengan kata-kata : “Oke, aku tumggu di depan rumah.”

Selang beberapa menit kami pun sudah smpai di TMI. Ternyata yang mengajakku tadi umar. Aku pun kaget. Kemudian umar mengajakku ke cafe deket dengan TMI. “kita mau ngapain di sini ?” tegas aku.  “Yaa mau makan lah, masa mau karokenan” ucap umar dengan gelak tawanya yang aku rindukan.

Setelah memesan makanan dan minuman suasana pun menjadi hening. “gimana sekolahnya, lancarkan  ?” kata umar. “Alhamdulillah lancar” kataku dengan penuh semangat. “syukurlah kalo begitu”.

Tak lama kemudian pesanan kami pun datang . “Bell,, aku mengajak kamu kesini hanya ingin meluruskan masalah yang terjadi di antara kita kemaren”  tegas umar.

BACA JUGA  Keluarga Kedua

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*