Love Is The Answer For Everything

“Masalah ? memang kita pernah ada masalah ? jawabku dengan binggung.

“iya masalah yang kemaren tentang ungkapan perasaanmu kepadaku” jawab umar

Deg ser,, serasa aku seperti manusia bodoh. Wajahku kemerahan karena menahan malu.

“maaf setelah kejadian kemaren, aku berllahanlahan menghilangdari kehidupanmu. Itu semata mata ku lakukankarena ku ingin fokus sams sekolahku dulu, karena aku berpegang tegung dengan prinsipku sendiri. Yang tak memikirkanhal itu sebelum lulus SMA.” Penjelasan umar kepadaku

Aku hanya bisa terenyum tan tertipu malukarena tak tau harus berkata apa.

“apakah kamu masih menyimpan perasaan itu hingga sekarang ini bell  ? aku harap begitu. Karena aku dari dulu juga suka sama kamu” penjelasan umar lagi

Wajahku semakin  merah merona seperti kepiting bakar.

Hanya kesunyian yang kami dapatkan, setelah selesai makan kami pun langsung pergi untuk pulang kerumah masing-masing. Perjalanan jakarta sangatlah macet, karena hari ini hari libur,

“bell,, kenapa kenapa dari tadi diem ajj  ? apa kamu sakit ?” Tanyanya

“ tidak.. “ jawabku singkat

BACA JUGA  Keluarga Kedua

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*