No More Dream

“Chan…..” terlihat matanya juga mulai berkaca-kaca.

“Aku merasa nyaman disini! Jadi kau tak usah repot-repot mengajakku pulang. Meskipun kelihatannya disini buruk, tapi ini lebih baik dari pada di rumah…”

“Maafkan ayah, Chan.. Ayah sadar sikap ayah selama ini sangat buruk padamu. Jika saja ayah bisa melakukan apapun untuk membayar kesalahan ayah, akan ayah lakukan, Chan! Katakan! Katakan apa yang harus ayah lakukan sekarang?”

Aku masih malas untuk mengeluarkan suraku lagi. Entah dalam hatiku tak mengisyaratkan untuk berbicara apapun.

“Kau jangan membohongi dirimu sendiri, Chan!” tiba-tiba Shin sudah berdiri tak jauh dariku.

“Aku tau sebenarnya kau tidak suka dengan keadaan dirimu sekarang. Kau hanya malu mengakuinya. Bukan begitu?” Shin kali ini membuatku bungkam.

BACA JUGA  Tashofah Sebagai Ibtida' Mujahadah

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*