Persahabatan yang Galau

Setelah lama berpikir dan menenangkan diri, angsapun pulang dan berkata kepada ibunya “Ibu! Kemana ayam pergi???”, tanya si angsa. Sang ibupun menjawab “kamu ini bagaimana, si ayam kan pergi denganmu tadi. Dasar angsa pikun”, sebuah jawaban dari ibu yang pikun. Angsa langsung pergi mencari ayam yang entah di mana. Setelah pulang mencari ayam. Ia pun menemukannya sedang bersandar di bawah pohon beringin.

“Ayam ma’afkan aku karena telah mengkhianati persahabatan kita, aku janji, tidak akan mengulanginya lagi. Tidak mungkin kan persahabatan kita pecah karena masalah seperti ini”, si ayampun mema’afkan angsa dan mereka pulang bersma dan bahagia selamanya.

BACA JUGA  Tashofah Sebagai Ibtida' Mujahadah

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*