Pesan Terakhir Dari Sahabat

Pagi yang cerah matahari bersinar dengan terang. Waktu berangkat sekolah telah tiba. Seperti biasa, aku berangkat bersama sahabatku. Ya, iya adalah Syahla. Ia adalah anak dari seorang kolongmerat ternama di Bogor. Sudah 10 tahun aku bersahabat dengannya. Syahla tidak seperti anak orang kaya yang lain. Ia sangat ramah, sabar, dan baik hati. Dirinya selalu berusaha hidup sesederhana mungkin. Agar teman-teman tak iri padanya. Setibanya di sekolah aku dan Syahla selalu menyapa kawan-kawan. Kali ini, kami mendapat pelajaran matematika. Pelajaran yang paling kupusingkan diantara sekian pelajaran. Berbeda dengan Syahla. Matematika adalah pelajaran kesayangannya. (Empat jam pelajaran berlalu)

Waktu yang menurutku paling indah telah tiba. Ya, itu adalah waktu istirahat, waktu di mana aku dan best freind ku untuk pergi ke perpustakaan. Sebenarnya aku tak hobi dalam membaca. Namun, kulakukan itu sebagai rutinitas wajib. Bel tanda masuk berbunyi. Semua murid berkerumunan untuk masuk ke kelas. Tidak disangka dan sangat tidak menyangka, hari ini semua murid di sekolah kami dipulangkan lebih awal. Dikarenakan semua guru-guru kami ada rapat di UPTD Pendidikan Kabupaten. Dengan perasaan gembira aku dan Syahla pulang. Kami selalu berjalan kaki berdua kenapa? Karena kami ingin sehat dan so pasti hemat hehehe…. tiba di depan pintu gerbang rumah Syahla, aku berhenti dan melambaikan tangan dan Syahla masuk ke dalam rumah. Satu kilo meter lagi harus kulalui dengan berjalan kaki “Aku harus kuat, aku harus bisa”, ya itulah semangat yang biasa aku berikan pada diriku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *