Pesan Terakhir Dari Sahabat

Sebentar lagi ujian semester tiba. Aku ingin sekali memohon do’a restu pada ummi. Aku selalu menunggu kapan ummi menjemputku pulang atau hanya sekedar menengok. Waktu ujian telah tiba. Ujian yang kualami sekarang ini berbeda dari ujian yang ku alami saat aku  SMP dulu. Aku merasa ujian kali ini lebih mengerikan daripada pelajaran matematika. Setumpuk kitab yang tebalnya beribu-ribu halaman harus kuhapalkan.

Libur panjang yang kutunggu tiba. Semua santri pulang ke rumah mereka. Begitu pula denganku. Perasaan gembira terus menyelimutiku. Aku tak sabar untuk betemu Syahla. Setelah kurang lebih enam jam aku tiba di rumah. Ummiku dengan perasaan rindu memelukku dengan erat. Aku segera menanyakan bagaimana keadaan Syahla. Setelah mendengar apa yang kukatakan ummiku aku menangis tersedu-sedu. Sudah tiga bulan Syahla terbaring di tempat tidur. Ia divonis terkena radang otak. Dengan perasaan sedih, aku segera pergi ke rumahnya. Syahla sudah tak seperti dulu lagi, badannya kurus dan pucat. Ia tersenyum mengetahui aku datang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*