Revitalisasi Pembelajaran Dan Penerapan K13 Bagi Asatidz MTs

Kunci sebuah pembelajaran yang baik adalah guru. Dari seorang guru lah murid-murid yang kreatif cerdas berwawasan dan berkarakter. Meski metode paling menentukan keberhasilan mengajar, namun kualitas guru itu sendiri paling menentukan akan keberhasilan sebuah metode. Yang pada akhirnya, pembelajaran guru itu sendiri.

Menyadari pentingnya hal ini, kepala Madrasah Tsanawiyah Al Islam mengagendakan sebuah program yang diharapkan nantinya mampu mendongkrak kualitas juga kemampuan guru-guru. Yang pada akhirnya berimplikasi pada keberhasilan pembelajaran.

Tepat hari Senin, 4 Oktober 2018 yang lalu, madrasah Tsanawiyah Al Islam dengan dengan seluruh pendidiknya belajar bersama di aula dekat telaga Ngebel. Bukan bermaksud untuk wah dan lainnya, namun upaya ini dimaksudkan agar pelatihan yang diadakan benar-benar bisa memaksimalkan pembelajaran nantinya.

Mungkin Anda bertanya, apa yang dipelajari di sana? Jawabannya adalah recharge semangat pembelajaran juga sosialisasi penerapan kurikulum K13. Mengapa harus K13? Sebab sejak 2 tahun yang lalu, madrasah Tsanawiyah Al Islam pilot project untuk kurikulum tersebut. Dan penerapannya sudah sampai di kelas 2 madrasah Tsanawiyah, tahun ini harus sudah ikuti semuanya. Dari kelas 1 sampai kelas 3. Para pendidik yang sebelumnya mengajar kelas 3, mungkin belum terlalu memahami bagaimana k13 dan penerapannya, termasuk pengisian raport, yang sekarang semuanya telah menggunakan versi digital. Bisa dibilang, pelatihan yang dilaksanakan ini secara khusus diperuntukkan untuk pendidik yang berada di level kelas 3, namun juga menjadi penyegaran bagi guru-guru yang ada di kelas 1 dan 2.

Meski beberapa guru bisa dibilang sepuh, seperti Ustad munirul Ikhwan, ustadzah mariatul indasah, ustadzah elin, dan beberapa yang lainnya, beliau beliau dengan semangat mengikuti kegiatan ini. Dan luar biasanya, meski sedikit gaptek dengan teknologi, antusiasme beliau beliau tidak berkurang. Meskipun terkadang persoalan-persoalan yang beliau permasalahkan lebih pada bagaimana menggunakan laptop daripada bagaimana menggunakan aplikasi itu sendiri. Lucu dan menarik nya di sini. Semangat para sesepuh yang layak untuk diapresiasi dan layak diteladani.

Apa sih kelebihan kurikulum K13?
Sebagaimana disampaikan oleh alwi Muthohar, bahwa kurikulum K13 adalah kurikulum yang dibangun pada konsep pemikiran, bagaimana seorang pendidik memposisikan anak didiknya bagai objek yang kreatif dan bisa berfikir, bisa mengembangkan gagasan juga menciptakan solusi-solusi praktis, mengeksplorasi diri menemukan pemahaman-pemahaman dari apa yang mereka pelajari. Oleh karenanya, penting bagi seorang pendidik untuk mengetahui penerapan yang tepat kurikulum K13.

Meskipun pada pelatihan ini lebih menerapkan bagaimana k13 itu harus dilaksanakan, namun pondok Pesantren Al Islam mengurangi porsinya untuk tetap menerapkan ciri khas dari Pondok Pesantren Al Islam sendiri. Dalam membentuk ribuan alumni dengan berbagai macam karakternya. Kurikulum yang telah diwariskan pendiri pondok. Ciri khas ini akan tetap dipertahankan, dengan tetap mengikuti kemajuan-kemajuan kurikulum. Tentu saja, beberapa penyesuaian dalam aplikasinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*