Sapu Lidi

Mendengar kabar seperti itu Fani menambah jumlah pasukannya agar bisa menang begitu juga dengan Jono, Fani mengatur strategi untuk berperang mulai dari penyerangan pertahanan.

Sampailah waktu yang ditunggu yaitu 13 November. Para pasukan Jono datamg dan membawa senjata tajam ada juga yang membakar ban pada jalan menuju lapangan setelah sampai di lapangan pasukan Jono bersiap-siap sambil menunggu para pasukan Fani. Setelah pasukan Jono lama menunggu dan para pasukannya capek menunggu para pasukan Fani keluar dari semak-semak dan menyerang dari berbagai arah. Para pasukan Jono pun kewalahan hingga akhirnya datang seorang yang sakti dan terhormat di desa. Perang pun langsung berhenti. Orang sakti tersebut menyuruh Fani dan Jono untuk menghadapnya. Setelah Fani dan Jono menghadapnya orang tersebut mengambil dua sapu lidi dari belakang tubuhnya dan menyuruh Jono dan Fani untuk mematahkannya dengan tangan kosong mereka berdua tidak ada yang berhasil mematahkan sapu tersebut. hingga akhir menyuruh untuk melepas ikatannya dan menyebar hanya dan menyuruh Fani mematahkan lidi tersebut dengan mudahnya Fani mematahkan lidi tersebut. lalu orang sakti tersebut berkata.

BACA JUGA  Pesantren Love Story

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*