Start To Amaliyah al-Tadris

Sudah dua hari ini, seluruh santri kelas VI mengikuti bimbingan amaliyah al-Tadris. Tradisi sejak dulu yang sampai sekarang dipertahankan dan dilanggengkan. Upaya mencetak guru yang berkualitas dan berjiwa pendidik.

Banyak sudah cerita unik sejak dulu yang sudah ditorehkan alumni saat menjalani aktifitas amaliyah al-tadris ini. Mungkin ini salah satunya yang membuat banyak alumni jadi ingat dan kangen dengan suasana di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan. Kalau diingat-ingat kadang membuat kita tertawa lepas. Bagaimana tidak? beberapa di antara mereka ada yang berkeringat dingin saat mengajar, lupa hafalan, berdiri diam tanpa ada satu kata pun keluar, dan kejadian unik lainnya.

Bukan itu sebenarnya poinnya, namun semua santri kelas VI sudah melewati satu proses yang disitu sudah ditanamkan dan didirikan bibit jiwa pendidik yang nantinya akan menjadi bekal baik bagi mereka saat di masyarakat.

Jika saat mereka amaliyah dan lupa hafalannya, itu wajar, tidak masalah. Yang paling utama adalah mereka sudah melewati prosesnya dan insya Allah mereka akan merasakannya saat sudah keluar kelak.

Demikian pentingnya amaliyah al-Tadris bagi alumni, maka bagi santri yang sekarang duduk di kelas VI, bimbingan intensif diberikan. Ustadz-ustadzah senior di bidang tarbiyah wa al-ta’lim pun diturunkan untuk berbagi dengan mereka. Gelak tawa pun sesekali terdengar di tengah-tengah uraian ustadz-ustadzah ini sebab begitu banyaknya pengalaman mereka. Dengan penyampaian simpel dan mengena, contoh-contoh sederhana diberikan, berharap jiwa pendidik dan haliyah seorang guru bisa ditularkan.

Untuk kelas VI, well come to amaliyah al-tadris…

Semoga bermanfaat ilmu kalian. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *