Tashofah Sebagai Ibtida’ Mujahadah

Hari ini, Sabtu, 14 Juli 2018, adalah hari pertama masuk santri Pondok Pesantren “Al-Islam” Joresan. Libur panjang menjelang dan pasca lebaran begitu panjang rasanya. Belum lagi agenda penerimaan santri baru yang tak kurang dari 2 minggu juga menambah rententan hari libur. Semakin panjang rasanya libur tahun ini. Hal yang langka bagi santri Pondok Pesantren “Al-Islam” Joresan. Pasalnya, jarang-jarang mereka libur. Hehehe.

Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Agenda pertama masih sama halal bi halal asatidz dengan seluruh santri. Bedanya, tahun ini Dr. Miftahul Khoiri (Alumnus 1992), berkenan hadir memberikan semangat para santri. Begitu terkenang barangkali bagi beliau, sehingga sempat istilah “sawo” muncul di tengah-tengah mauidhahnya. Bagaimana tidak, sekarang ini pun anak-anak akrab dengan “sor sawo” dalam setiap momen mereka, bahkan santri baru pun disambut dengan “sor sawo” di kali pertama masuk mereka. Isyarat fleksibilitas dan begitu humanisnya Pondok Pesantren “Al-Islam” dengan lingkungan sekitar. Pondok Pesantren “Al-Islam” memang begitu tawazun, luwes dan membumi bersama masyarakat. Karenanya, santri-santri “Al-Islam” dengan alumnusnya  begitu mudah diterima masyarakat dalam berbagai kalangan.

Hadirnya beliau ini, menjadi pembuka halal bi halal kali ini. Semakin mengena dan semakin khidmat. Semoga semangat beliau, yang sama-sama dididik di bawah pohon sawo, menular dan merasuk dalam jiwa para santri. Mengilhami dan membuat mereka semakin semangat dalam mujahadahnya tholabul ilmi. Sehingga para santri pun bisa menuai kesuksesan dalam tholabul ilmi mereka, bisa memberikan manfaat lebih  banyak kepada umat dengan segala jenis profesi mereka nantinya. Amiiin.

Dengan adanya halal bi halal ini, diharapkan terbangunnya komunikasi yang intens dan dekat, antara asatidz dengan seluruh santri. Terbangung hubungan yang harmonis. Sehingga terwujud proses pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Bagaimanapun kedua komponen ini harus menyatu dalam kedekatan. Jika tidak, tentu pembelajaran yang baik akan sulit terwujud. Menyadari ini, Pondok Pesantren “Al-Islam” selalu mengadakan kegiatan ini, dari sejak dulu hingga sekarang.

Hadir dalam acara ini seluruh jajaran pimpinan dan dewan asatidz, tak kurang dari 150 asatidz dan asatidzah hadir, dengan ditambah 2000 lebih santri. Terbayang betapa ramai dan semaraknya. Sampai-sampai, jalan pun harus diblokade agar seluruh santri dan asatidz bisa tertampung. Mohon maaf dan terima kasih kami sampaikan kepada masyarakat untuk ini.

Dan sebagai khotimah program ini, Para Pimpinan mengagendakan rapat guru lengkap pada seluruh jajarannya. Merapatkan barisan. Ikhtiar memberikan yang terbaik bagi umat. Pasalnya, tahun ini Pondok Pesantren “Al-Islam” mendapatkan amanah 604 santri baru. Jumlah yang sangat banyak. Amanah besar yang juga memerlukan mujahadah yang besar dari semua komponennya. Alhamdulillaah, wa syukru lillaah, Laa haula walaa quwwata illa billaah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*