Wejangan Prof Dr. KH. Ma’ruf Amin Kepada Santri Al-Islam Dalam Lawatan Singkatnya

Dalam lawatannya yang singkat kemarin, Prof Dr. KH. Ma’ruf Amin disambut dengan penuh haru semua komponen pondok pesantren Al-Islam. Seluruh santri yang jumlahnya tak kurang dari 2300 santri disiagakan. Lantunan sholawat pengirim menyertai rawuhnya beliau. Wujud rasa bahagia, syukur dan penghormatan kepada beliau. Hampir semua santri berebut menyalaminya. Sebagai seorang tokoh NU dan tokoh MUI yang berpengaruh, fenomena ini tentunya tidaklah mengherankan. Tabarrukan tentunya. Dalam lawatannya ini, beliau juga disertai istri, Wury Estu Handayani. Hadir pula dalam kesempatan itu, KH. Miftakhul Ahyar (Rois Amm PBNU) dan Ketua tanfidziyah PWNU, KH. Drs. Marzuqi Mustamar.

Dalam sambutan singkatnya, beliau memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh santri. Untuk terus percaya diri dan yakin. Tidak berkecil hati dalam usaha mereka mencapai cita-cita.

Menurut beliau, sebagai seorang santri memiliki sikap rendah diri, merasa tidak berguna, dan tidak memiliki masa depan adalah hal yang mesti dijauhi. Bahkan, dengan penuh semangat harus belajar demi kecemerlangan masa depannya.

“Santri itu harus percaya diri. Karena bisa jadi apa saja. Bisa jadi kiai, saudagar, bupati, menteri, bahkan bisa jadi wakil presiden,” tandas beliau. Beliau melanjutkan dengan penjelasan bahwa memang belum ada Presiden dari kalangan santri sesudah Gus Dur. Namun demikian hal itu tidak berarti tidak mungkin. Masih ada kemungkinan besar akan hal itu. Dengan begitu, membangun semangat adalah keharusan. Penjelasan inipun diakhiri dengan ungkapannya, “Siapa tahu santri dari pesantren Al- Islam,” sontak ungkapan ini mengundang ucapan amiin dan keriuhan dari tamu undangan dan seluruh santri. Sebuah doa yang nantinya semoga bisa terijabah oleh Allah swt. Amiiin.

Dalam kesempatan yang singkat tersebut, Beliau juga berkenan membubuhkan tanda tangannya sebagai tanda peresmian Asrama Putra Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, sebuah restu dan doa yang tentunya diharapkan seluruh komponen Ma’had dari beliau. Semoga dengan ini, perkembangannya bisa jadi jauh lebih baik ya. Amiiin.

BACA JUGA  Jaltsah Itsnain Sebagai Pembelajaran Akhlak Dan Tindakan Preventif Zaman Modern

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*