Amaliyatu At Tadris : Mempersiapan Santri Menjadi Calon Generasi Pendidik Islami

Hari ini, Sabtu, 19 Februari 2022, santri kelas akhir di Pondok Pesantren Al-Islam, Joresan Mlarak Ponorogo melaksanakan salah satu kegiatan wajib pondok yakni Amaliyatu at Tadris atau Micro Teaching. Kegiatan ini merupakan salah satu syarat kelulusan di Pondok Pesantren Al-Islam, dimana wajib diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh santriwan dan santriwati kelas 6 baik MA maupun SMK dengan jumlah keseluruhan tahun ini sebanyak 332 santriwan dan santriwati. Sedangkan kegiatan ini akan berjalan selama 6 hari dimulai tanggal 19 s.d 24 Febaruari 2022.

 

Amaliyatu at-Tadris atau praktik mengajar sebagai bentuk penilaian dan evaluasi pengetahuan peserta didik yang berkaitan dengan teori mendidik dan mengajar yang sudah dipelajari dari semenjak ke

las satu sampai dengan kelas akhir selama di pondok pesantren. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter menjadi seorang calon pendidik dengan memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai guru profesional serta mengasah mental santri, sehingga diharapkan pada saat mereka dinyatakan lulus dari pondok, maka mereka akan siap terjun di masyarakat.

 

Ada kategori 4 penilaian yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan ini, yakni:

  • Thariqah (Metode Mengajar);
  • Maadah (Materi);
  • Ahwalu Almudarris (Kepribadian Guru); serta
  • Lughatul Mudarris (Bahasa Guru).

 

Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi 4 kelompok besar dan 30 kelompok kecil. Peserta amaliyah kelompok besar digunakan sebagai kelinci percobaan, dimana mereka adalah santri pilihan yang akan menjadi role model pada pelaksanaan amaliyah yang disaksikan oleh 8 musrif kelompok besar dan seluruh anggota kelompok. Sedangkan pada kelompok kecil memiliki anggota 11-12 santri dengan 1 orang musrif atau supervisor.

 

Mata pelajaran yang digunakan dalam praktik mengajar ini adalah hampir seluruh mata pelajaran keagamaan, seperti Fiqih, Nahwu, Shorof, Muthola’ah, Hadits, Khot, Imla’, Muhadatsah, Al-Qur’an dan mata pelajaran Bahasa Inggris.

BACA JUGA  MTQ Dan Lomba Pidato, Pintu Ajaib Masa Depan

Para santri akhir begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh selama satu minggu agar dapat memahami seluruh kategori penilaian dengan baik. Namun tak sedikit santri yang merasa kesulitan dalam mempersiapan segala sesuatu yang dibutuhkan. Mulai dari persiapan materi, alat peraga, hingga persiapan kostum yang akan dikenakan pada hari H. Santri dituntut untuk memiliki mental yang tangguh dan persiapan yang matang. Hal inilah yang menjadikan kegiatan ini begitu istimewa dan meninggalkan kesan mendalam di benak para santri.

Dengan harapan, semoga kegiatan ini tetap menjadi kegiatan wajib pondok yang dapat melahirkan calon-calon pendidik Islami yang handal dan dapat mengamalkan ilmu yang telah didapat selama menuntut ilmu di pondok pesantren. (TR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*