Bersarung, Jiwa Santri dan Kesantunan Sikap

Khas Seorang Santri

Pondok Pesantren Al Islam Joresan telah memberlakukan kebijakan baru sejak awal Rajab 2023, yaitu mengharuskan setiap santri menggunakan sarung pada setiap hari Sabtu dan Ahad. Kebijakan ini tidak hanya sekedar mengubah cara berpakaian santri, tetapi juga merupakan bentuk upaya menanamkan jiwa santri yang berakhlak mulia dan ta’dzim kepada asatidz.

Sarung merupakan busana tradisional yang sangat erat kaitannya dengan nuansa pesantren. Oleh karena itu, sarung dipilih sebagai pakaian wajib pada hari Sabtu dan Ahad dengan tujuan agar santri dapat merasakan atmosfer pesantren yang sebenarnya. Selain itu, sarung juga menjadi simbol tawadhu dan kesantunan, yang merupakan nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan santri.

Jiwa Yang Santun

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap tawadhu dan kesantunan merupakan nilai-nilai yang sangat penting. Dengan menggunakan sarung pada hari Sabtu dan Ahad, santri diharapkan dapat terbiasa dengan sikap-sikap tersebut dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tawadhu mengajarkan kita untuk rendah hati, tidak sombong, serta menghargai orang lain tanpa memandang status sosial, ekonomi, atau agama. Sedangkan kesantunan mengajarkan kita untuk sopan dan berbicara dengan kata-kata yang baik dan sopan, serta menghargai orang lain dengan cara yang baik.

Melalui kebijakan ini, Pondok Pesantren Al Islam Joresan berharap dapat mencetak generasi santri yang memiliki karakter dan akhlak mulia. Santri-santri yang tidak hanya berpenampilan sopan dan santun, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Kebijakan ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan identitas santri yang kuat, sehingga santri dapat menjadi teladan dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

BACA JUGA  Mengawal Kegiatan dan Program dengan Dimensi Batiniah

Kesinambungan Program

Tentu saja, untuk dapat memperkuat jiwa santri yang sarat kesantunan, tentunya dibutuhkan upaya yang berkesinambungan. Kebijakan menggunakan sarung pada hari Sabtu dan Ahad masih digulirkan hingga awal Sya’ban. Ini hanya salah satu upaya saja dari upaya-upaya lain yang dapat memperkuat karakter dan akhlak santri, seperti pembinaan spiritual dan pengembangan keterampilan.

Program-program lain yang dilakukan di Pondok Pesantren Al Islam Joresan untuk meningkatkan akhlak santri misalnya, pembinaan spiritual, pelatihan keterampilan, dan pengembangan karakter. Pembinaan spiritual salah satunya dilakukan melalui pengajaran dan pembelajaran Al-Quran, hadits, akhlak, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Pelatihan keterampilan seperti tata cara berkomunikasi yang baik, manajemen waktu, dan keterampilan teknologi juga dapat memberikan kontribusi yang positif dalam membentuk karakter dan akhlak santri.

Akhirnya, kebijakan menggunakan sarung pada hari Sabtu dan Ahad di Pondok Pesantren Al Islam Joresan merupakan bentuk upaya menanamkan jiwa santri yang berakhlak mulia dan ta’dzim kepada asatidz. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan identitas santri yang kuat, serta dapat menghasilkan generasi santri yang memiliki karakter dan akhlak yang mulia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*