Efektivitas Implementasi IT Pada Rapot Digital

Akhir-akhir ini marak berbagai macam inovasi teknologi dalam dunia pendidikan. Inovasi-inovasi tersebut tidak hanya mencakup persoalan praktis di lapangan namun juga berkaitan dengan manajemen pengelolaan pendidikan. Walhasil berbagai macam percepatan dan kemajuan bisa diraih dengan adanya produk teknologi yang telah dikembangkan.

Layaknya konten lagu Farel yang beberapa waktu yang lalu begitu viral. “Wong koyo ngene kok dibanding-bandingke”, implementasi IT menjadi pilihan yang cukup serius. Kecepatan dan efektivitasnya tidak mau dibandingkan dengan cara manual. Tak mau disamakan soal “performance” dan “daya tempurnya.”

Mungkin kalau dulu, ada ilmu Jawa yang dikenal dengan “bolo sewu”. Penerapan IT ibarat sedang memanfaatkan ajian bolo Sewu. Mengerjakannya sendiri namun efektivitas hasil yang dicapai mirip dengan seribu orang dengan cara manual. Mengerjakan rapot yang dulunya butuh bantuan, dengan sendiri pun sekarang bisa dikerjakan dengan cepat.

Salah satu kemajuan dan inovasi yang telah dijalankan di berbagai sekolahan diantaranya adalah raport digital madrasah. Sebuah sistem yang dimaksudkan untuk menangani pengelolaan aplikasi raport sekolah mulai dari input nilai, pengelolaan data siswa, data asatidz, dan mencetak raport. Aplikasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan kecepatan dan pengelolaan raport secara lebih mudah dan real time. Mudah dalam pengelolaan dan pengerjaan.

Pengerjaan secara real time ini tentu saja berlaku untuk aplikasi raport yang menggunakan sistem berbasis website. Source code aplikasi digital cukup diinstal pada server kemudian diintegrasikan dengan domain. Dengan domain itulah ustadz bisa mengakses rapat digital dengan koneksi internet. Mirip dengan mengakses website pada umumnya.

Semuanya ditangani serba otomatis mulai dari rekapitulasi nilai, rangking, dan pengiriman nilai. Bahkan nilai-nilai yang belum memenuhi standar pun bisa dengan mudah dicek menggunakan notifikasi dari aplikasi tersebut. Selain itu aplikasi semacam ini biasanya sudah mendapatkan dukungan log access, sehingga saat siapapun yang login pada jam berapa bisa dilihat melalui jejak digitalnya.

BACA JUGA  Kitab Nahwu Wadhih Dan Sederet Keunggulannya

Semuanya serba mudah cepat dan otomatis. Ini ibarat mau “belanja online”, sudah pesannya dari rumah, bayar internet banking, kurir yang “ngantar”, tinggal duduk manis. Serba otomatis. Mudah dan efektif.

Kemudahan seperti real-time pengerjaan dan bisa dikerjakan dari mana saja tentu saja tidak didapatkan untuk jenis aplikasi yang menggunakan format excel. Namun demikian, inovasi raport digital berupa aplikasi Excel ini juga inovasi yang tetap memberikan keefektifan yang tidak bisa diberikan oleh rapat manual. Raport digital Excel masih memungkinkan untuk melakukan percepatan pengerjaan dengan lebih baik dan efektif.

Namun yang jadi pertanyaan Apakah penggunaan raport semacam ini merupakan bentuk sebuah kemajuan bidang pendidikan? Tentu saja ini adalah sebuah inovasi yang baik dan bagus dalam rangka merespon dan memanfaatkan IT untuk tujuan dan percepatan pendidikan. Ini juga merupakan sebuah langkah bijaksana untuk memudahkan asatidz dalam mengerjakan raport secara lebih efektif efisien dan hemat waktu. Bisa dikerjakan dari mana saja dan kapan saja. Bahkan mengerjakan raport hanya dari HP masing-masing.

Ketika seorang ustadz bisa mengisi rapotnya dengan HP yang mereka gunakan dan sudah sangat terbiasa dengan gadget mereka ini, tentu sangat membantu proses input nilai sehingga bisa dilaksanakan kapanpun. Ini tentu sangat berbeda dengan raport manual, yang semuanya harus serba “satu per satu”. Belum lagi human error’ seperti capek, ngantuk, kurang fokus, lupa dan lainnya.

Aplikasi raport digital tidak dimaksudkan untuk kemudian mengurangi tradisi evaluasi secara bertanggung jawab dari proses pembelajaran, namun justru dimaksudkan untuk mengawal tradisi-tradisi evaluasi yang bertanggung jawab tadi dengan dibungkus teknologi yang lebih baik dan lebih mudah. Ini tentu tidak mengurangi himmah dan semangat dari pelaporan dan pertanggungjawaban dalam sebuah pendidikan.

BACA JUGA  Urgensitas Keseimbangan IT Dan Akhlaq Bagi Santri

Pengisian nilai yang sebelumnya menggunakan tulisan tangan secara manual dan membutuhkan waktu berjam-jam belum dengan kesalahan tulis yang langsung terjadi dan harus mengoreksi kembali, tentu ini akan menghambat proses pelaporan nilai dalam rapot. Hal ini tentu merupakan sebuah hambatan-hambatan yang perlu diselesaikan dengan cara yang lebih efektif.

Di pondok pesantren Al Islam sendiri penggunaan raport digital sudah diperlakukan sejak beberapa tahun yang lalu, khususnya sejak adanya pandemi 2 tahun yang lalu. Adanya inovasi ini telah memangkas banyak waktu bagi para Ustadz untuk mengerjakan rapatnya. Dan konsekuensinya adalah ustadz-ustadz yang belum mengenal IT harus mulai belajar dan memahami bagaimana alur dan proses pengerjaan raport secara digital.

Apakah kemudian rapor digital ini menggeser peran seorang guru yang sebelumnya mengerjakan secara manual? Tentu jawabannya adalah pemanfaatan teknologi digital ini justru menunjang proses pengerjaan raport sehingga lebih efektif dan efisien. Banyak kemudahan yang didapatkan dengan tanpa mengurangi pertanggungjawaban seorang Ustadz untuk melaporkan evaluasi hasil belajar santri-santrinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*