PP AL-ISLAM JORESAN

Sanggup Dipimpin dan Siap Memimpin

Profil



Meskipun di Ponorogo telah lama berdiri beberapa lembaga pendidikan Islam yang berpaham Islam Modernis, namun keberadaannya terlanjur dianggap sebagai tempat menuntut ilmu kaum priyayi yang tak terjangkau Wong Cilik, sehingga keterbelakangan dan kenihilan ilmu pengetahuan masih juga memprihatinkan, kondisi tersebut menggugah kepedulian tokoh masyarakat Joresan untuk mendirikan lembaga pendidikan.

Kemudian untuk lebih menguatkan niat dan tujuan mendirikan lembaga pendidikan Islam tersebut maka diadakan pertemuan sebanyak dua kali. Yang pertama di rumah KH. Hasbullah desa Joresan Mlarak yang bertepatan dengan peringatan Haul Almarhum Kyai Muhammad Thoyyib pendiri desa Joresan.

Pertemuan yang kedua di rumah salah satu tokoh NU Mlarak KH. Abdul Karim dari desa Joresan yang dihadiri oleh KH. Maghfur Hasbullah, Ahmad Hudlori Ibnu Hajar, H. Farhan Abdul Qodir, Ashmu’i Abdul Qodir, Tumiran Ahmadi, Hirzuddin Hasbullah, Rohmat Asyhur, Royani, dan Muhammad Yasa’, berkat ridlo Allah SWT, lahirlah cikal bakal Pondok Pesantren Al-Islam, tepatnya pada tanggal 12 Muharram 1386 H bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1966 M.

Pada awalnya bernama Madrasah Tsanawiyah Islamiyah, kemudian setelah berjalan selama empat tahun, setelah adanya kelas IV akhirnya namanya ditambah dengan Madrasah Tsanawiyah Aliyah “Al-Islam”, meskipun keberadaan Madrasah Tsanawiyah Aliyah “Al-Islam” diprakarsai oleh para ulama NU, namun Pondok Pesantren Al-Islam tetap berdiri untuk semua golongan.

Pondok Pesantren “Al-Islam” Joresan terletak 15 Km dari ibukota Kabupaten Ponorogo, tepatnya di desa Joresan Kecamatan Mlarak, sesuai dengan Visi dan Misi Pondok, sangatlah cocok sekali dengan kondisi ekonomi masyarakat pedesaan yang mayoritas petani yang berpenghasilan rendah, meskipun di Kecamatan Mlarak banyak sekali Pondok Pesantren dan lembaga pendidikan, namun keberadaan Ponpes Al-Islam sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat sekitar Kecamatan Mlarak sampai luar daerah bahkan luar Pulau Jawa.


Kembali