REFLEKSI PERINGATAN 56 TAHUN, UPAYA MEREFRESH ENERGI MENYAMBUT KURIKULUM MERDEKA

Tanggal 2 Mei tahun ini benar-benar luar biasa bagi warga AL-ISLAM JORESAN. Mengapa demikian? disaat umat muslim seluruh dunia merayakan hari kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh melawan hawa nafsu, ternyata diluar euforia lebaran dengan tradisi “mbarak” yang sedikit “mbruwah” karena sekitar 2 kali moment lebaran “dipaksa diam di rumah” karena efek Pandemi Covid 19, ada moment fenomenal yang tidak boleh dilupakan oleh segenap warga AL ISLAM.

2 MEI Adalah HARLAH (Hari lahir) Almamater tercinta AL-ISLAM yang bertepatan dengan “Hardiknas” yang didirikan tepat tanggal 2 Mei 1966.

Menurut catatan penulis, Berdirinya Al-Islam pada tahun 1966 itu bukan sekedar kebetulan, namun mempunyai niat tulus untuk memperkokoh kembali aqidah dan merubah mindset masyarakat yang lebih berpendidikan.

Menurut 2 orang pendiri Al Islam yang sempat penulis dapat bertemu saat masih “Sugeng”, beberapa ulama memandang di Jorsan sangat perlu sekali ada sekolah yang dapat mewadahi dan mengembangkan kembali aqidah ahlu sunnah wal jamaah.
Sesuai dengan prinsip yang ada di Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang berhaluan ahlus sunnah waljamaah, untuk mewujudkan Islam rohmatan lil alamin “tidak boleh meninggalkan budaya baik yang berkembang dalam masyarakat, namun juga tidak menutup mata terkait perkembangan zaman yang semakin global dan modern.” Sehingga diperlukan lembaga pendidikan yang formal yang bisa mewadahi niatan tersebut.

Di peringatan ke 56 tahun ini, merupakan suatu moment yang istimewa. Karena bertepatan dengan 1 Syawal 1443H, juga kita masyarakat sedunia merayakan hari kemenangan IDUL FITHRI pasca pandemi COVID 19. Mari kita munculkan NIAT dan SEMANGAT BARU untuk berjuang dan mengabdi demi AL ISLAM.

Di akhir Ramadhan, muncul KMA 347 tahun 2022 tentang Kurikulum Merdeka di lembaga lingkungan Kementerian Agama. Setelah dikaji, kurikulum baru ini memberikan peluang, keleluasaan dan kebebasan bagi madrasah untuk mengembangkan KREASI &INOVASI kurikulum “lokal” operasional dalam penyelenggaraan pendidikannya.
Bagaikan gayung bersambut, upaya pertama yang dilakukan di penghujung Ramadhan, yaitu mengadakan REFRESHMENT TEHNIK PEMBELAJARAN DURUS LUGHOH AL AROBIYAH untuk mengembalikan energi dalam pembelajaran dengan menggunakan bahasa Arab sebagai identitas Al-Islam seperti masa masa generasi sebelumnya, insyaallah masih ada upaya upaya refreshment yang lain.

BACA JUGA  Start To Amaliyah al-Tadris

Dalam moment HARLAH Ke-56 ini, sebuah “kado istimewa” bagi AL ISLAM, karena ditunjuk oleh Kementerian Agama RI sebagai salah satu Markaz dalam Rukyatul hilal 1 Syawal 1443 H yang bertempat di Balai Hisab dan Rukyat IBNU SYATIR Pondok Pesantren Al Islam yang langsung dihadiri :
1) Team BHR Kanwil Kemenag Jatim
2) Team BHR Kantor kemenag Ponorogo yang dipimpin langsung DR. H. NURUL HUDA, M.PdI.
3) Ketua Pengadilan Agama Ponorogo Drs. Ali Hamdi, MH.
4) Pemkab Ponorogo yang diwakili Kabag. Kesra Ponorogo.
4) Yayasan dan Pimpinan Al Islam Joresan.

Pelaksanaan Rukyatul Hilal ini meruapakah salah satu implementasi dari “Kurikulum merdeka” yaitu kompetensi inti dari Ilmu Falak yang diajarkan di “AL-ISLAM” sebagai salah satu branding yang tidak diajarkan di tempat lain

Semoga di moment Idul Fithri yang bertepatan dengan HARLAH AL-ISLAM ke-56 ini kita mendapatkan ENERGI BARU untuk merefresh kembali niat dan semangat untuk berjuang dan mengabdi di AL ISLAM.

Wallohu a’lam bisshowab.

(Imron Ahmadi)

 

Catatan:

Penulis merupakan salah satu pendidik di Pondok Pesantren Al-Islam

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*