Ponorogo – Kegiatan Kelas 6 Diklat Baca Tulis Al-Qur’an Tartila yang diselenggarakan oleh Tartila Center PC Jam’iyatul Qurra’ Wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kabupaten Ponorogo di Pondok Pesantren Al-Islam hari ini berjalan dengan sukses dan lancar. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar strategis dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an santri secara tartil, benar, dan berkaidah (29/12/2025).
Acara ini dikawal langsung oleh Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I selaku Direktur PP Al-Islam. Turut mendampingi beliau, Ustadz Imron Ahmadi, S.Ag selaku Kepala MA Al-Islam dan Ustadz Imam Haramain, S.Ag selaku Kepala SMK Al-Islam. Kehadiran para pimpinan tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan literasi Al-Qur’an di lingkungan pesantren.
Artikel Terkait

Kegiatan Diklat Tartila secara resmi dibuka oleh Ust. Miftahul In’am, S.Pd., M.Pd., AH. Dalam pembukaannya, beliau menegaskan bahwa diklat ini tidak hanya menekankan pada kelancaran membaca, tetapi juga pada ketepatan makharijul huruf, tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur’an.
Diklat Baca Tulis Al-Qur’an Tartila ini direncanakan berlangsung selama tiga hari dengan sistem empat pos pembelajaran, yang masing-masing dirancang untuk menguji dan meningkatkan kompetensi peserta secara bertahap dan menyeluruh. Metode ini diharapkan mampu memberikan pemetaan kemampuan santri sekaligus pembinaan yang tepat sasaran.

Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Diklat Tartila ini merupakan bagian dari komitmen pesantren dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an. Santri tidak cukup hanya bisa membaca, tetapi harus benar, tartil, dan sesuai kaidah.”
Sementara itu, Ustadz Imron Ahmadi, S.Ag menegaskan pentingnya kesinambungan program ini bagi lembaga pendidikan formal.
“Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan santri MA Al-Islam agar memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an yang kuat sebagai bekal akademik dan spiritual.”

Hal senada disampaikan oleh Ustadz Imam Haramain, S.Ag yang menekankan nilai pembentukan karakter.
“Melalui Diklat Tartila, santri SMK tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga ditanamkan kecintaan dan adab terhadap Al-Qur’an.”
Adapun Ust. Miftahul In’am, S.Pd., M.Pd., AH dalam sambutannya berharap kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang.
“Semoga Diklat Tartila ini melahirkan generasi Qur’ani yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, benar, dan penuh tanggung jawab keilmuan.”
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PP Al-Islam bersama Tartila Center PC JQH NU Kabupaten Ponorogo terus menunjukkan perannya sebagai pusat pembinaan Al-Qur’an yang konsisten dan berkelanjutan, demi mencetak generasi santri yang unggul dalam ilmu dan amal.