Lebih Komunikatif dan Kolaboratif

 
Asatidz, santri dan wali murid adalah satu kesatuan. Satu sama lain tak bisa dipisahkan. Ketiganya harus berkolaborasi demi mewujudkan output santri yang berkualitas.Seorang guru tak bisa berjuang sendiri, demikian juga wali murid tak bisa hanya “menyerahkan” anaknya ke guru untuk dididik. sementara ia hanya berpangku tangan.
 
Apalagi zaman seperti sekarang ini. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Ta’dib kepada anak harus dilakukan secara terstruktur, baik di rumah maupun di sekolah. Jika ini bisa dilakukan, anak pun mendapatkan pendidikan yang utuh. Dari Guru dan orang tuanya.
 
Menyadari hal ini, jajaran pimpinan semakin aktif membangun komunikasi intens dengan wali santri. Agenda pertemuan ini sudah berlangsung sejak kemarin, hari Jumat yang lalu. Pertemuan pertama untuk tingkat MTs (Kelas 1 dan 2) dan kedua masih tingkat MTs (Kelas 3) dan hari ini MA dan SMK. Ini dimaksudkan agar lebih maksimal dan lebih gampang penyampaiannya.
 
Terwujudnya sinkronitas antara asatidz dan wali santrilah yang diharapkan. Wali santri tahu bagaimana dan seperti apa Pondok Pesantren AlIslam Joresan. Asatidz pun bisa menyampaikan harapan-harapannya. Take and give lah. Saya kira keduanya pun perlu demikian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *