📢 Informasi Penting: Pendaftaran Santri Baru Tahun 2025 telah ditutup. Nantikan pembukaan pendaftaran untuk Tahun 2026. Tetap ikuti informasi terbaru melalui website resmi dan media sosial Pondok Pesantren Al-Islam Joresan.

Suasana khidmat berpadu nuansa haru dan kebanggaan menyelimuti Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Sabtu (14/2/2026). Sebanyak 167 santri delegasi Pondok Pesantren Al-Islam resmi dikukuhkan dalam Wisuda Tahfidz Massal yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan akbar ini diikuti total 3.015 siswa madrasah dari jenjang MI, MTs, hingga MA se-Kabupaten Ponorogo. Ribuan santri tampak memenuhi pendopo dengan wajah sumringah, menandai momentum bersejarah dalam perjalanan mereka menghafal Al-Qur’an.

Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Ponorogo, Lisdiyarita, S.H., yang memberikan apresiasi tinggi kepada para wisudawan.

“Anak-anak hebat ini bukan hanya penghafal Al-Qur’an, tapi calon penjaga moral bangsa. Semoga hafalan Al-Qur’an menjadi pondasi karakter kuat bagi generasi muda Ponorogo,” tuturnya dalam sambutan penuh semangat.

Dalam laporannya, Plt. Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, H.M. Thohari, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa wisuda tahfidz massal bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi dan motivasi nyata bagi generasi madrasah.

“Wisuda ini adalah penghargaan atas ikhtiar luar biasa para santri. Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat untuk terus mencintai, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Pondok Pesantren Al-Islam mengirimkan 167 santri terbaik dengan capaian hafalan yang beragam, mulai dari beberapa juz hingga hafalan tingkat lanjut. Prestasi ini menjadi bukti konsistensi PP Al-Islam dalam mencetak generasi Qur’ani.

Direktur PP Al-Islam, Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para santri.

“Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang bersama Al-Qur’an. Semoga para santri terus menjaga hafalannya dan menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam setiap langkah kehidupan,” pesannya.

Kebersamaan juga tampak dari pendampingan langsung para pimpinan madrasah. Kepala MA Al-Islam Joresan, Imron Ahmadi, S.Ag., memberikan motivasi kepada peserta agar terus menjadi duta Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Santri Al-Islam harus menjadi teladan. Tidak hanya hafal, tetapi juga mampu menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala MTs Al-Islam Joresan, Zayyini Rusyda Mustarsyidah, M.Pd., yang menekankan pentingnya menjaga semangat pasca wisuda.

“Wisuda ini adalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga hafalan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai gaya hidup,” katanya.

Momentum wisuda tahfidz massal ini tak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga peneguh komitmen bersama dalam membangun generasi Qur’ani. Dari Pendopo Ponorogo, ribuan santri kembali pulang membawa semangat baru: menghafal, menjaga, dan menebarkan cahaya Al-Qur’an ke penjuru negeri.