Mlarak, 16 Agustus 2025 — Pondok Pesantren Al-Islam kembali menunjukkan kiprahnya dalam kancah kegiatan kemasyarakatan dengan mengirimkan sebanyak 60 santri terbaiknya untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang akan digelar di Lapangan Kecamatan Mlarak, Ponorogo, pada 17 Agustus 2025 besok.
Keikutsertaan santri PP Al-Islam dalam pasukan pengibar bendera tingkat kecamatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi pesantren dalam menanamkan semangat nasionalisme dan pengabdian kepada negara di kalangan generasi muda, khususnya para santri.
Artikel Terkait

Direktur PP Al-Islam, Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh Forkopimcam Mlarak kepada para santri.
“Kami bersyukur atas amanah besar ini. Ini bukan sekadar kehormatan, tetapi juga pengalaman yang sangat berharga bagi para santri untuk belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Kami segenap keluarga besar PP Al-Islam mengucapkan banyak terima kasih kepada Forkopimcam Mlarak atas kepercayaan yang diberikan,” tutur beliau.
Para santri yang tergabung dalam pasukan ini telah menjalani serangkaian latihan intensif selama beberapa pekan terakhir, didampingi oleh pelatih dari unsur TNI, Polsek dan Kecamatan Mlarak. Mereka dibekali tidak hanya dengan teknik baris-berbaris yang baik, tetapi juga mental dan sikap tangguh sebagai pengibar bendera Merah Putih.
Pihak panitia penyelenggara upacara di Kecamatan Mlarak pun menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif PP Al-Islam dalam menyukseskan agenda nasional tahunan ini. Sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan dan pemerintahan dinilai menjadi kunci terselenggaranya kegiatan kenegaraan yang penuh khidmat.
Sebagai penutup, KH. Usman Yudi berharap pelaksanaan upacara esok hari berjalan lancar dan penuh kekhidmatan.
“Semoga upacara peringatan HUT RI ke-80 besok dapat berlangsung lancar, tertib, dan khidmat. Mari kita jadikan momen ini sebagai refleksi atas perjuangan para pahlawan dan wujud syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diberikan Allah SWT kepada bangsa ini,” tutup beliau.
Partisipasi aktif santri dalam kegiatan nasional seperti ini menunjukkan bahwa dunia pesantren tidak hanya mencetak generasi religius, tetapi juga generasi yang siap berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.