oleh iwan suryanto | Sep 20, 2016 | Cerpen
Fikri ditinggalkan oleh ayahnya sejak kelas 4 SD. Dia tinggal bersama ibunya. Sejak ditinggal oleh ayahnya dia belajar mandiri. Semua dilakukan sendiri sehingga terkadang dia tidak masuk sekolah karena membantu ibunya jualan kue. Ibu bertanya kepada Fikri sambil...
oleh iwan suryanto | Sep 18, 2016 | Cerpen
By : Jamilah Gedung tinggi nan megah berjejer panjang , warna hijau membuat gedung – gedung ini terlihat menyejukan pandangan . yah , diriku berada di dalamnya hamper satu tahun ku tingal disini , yang katanya teman – teman berada dalam penjara suci . yeah penjara...
oleh iwan suryanto | Sep 18, 2016 | Cerpen
by : Agustin Wulandari Malam yang sunguh menyeramkan bagi 4 sekawan , mereka menempuh penjara ilmu di suatu lembaga yang begitu terkanal salah satu pondok pesanrten di kota ngawi yang cukup terkenal , mereka terdiri dari cindy , anak yang begitu cuek , sukanya urang-...
oleh iwan suryanto | Sep 18, 2016 | Cerpen
By : Laila Novi Kusumawati Pagi hari, yang cerah. Semua masih sama seperti biasanya. Namaku masih tetap Laila, masih tetap duduk di kelas 9. Dan masih bersekolah di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Rumah dan keluarga kujuga masih sama. Hanya satu yang berbeda,...
oleh iwan suryanto | Sep 18, 2016 | Cerpen
By : indah Miftakhul Jannah Apakah harus mendapatkan orang yang salah terlebih dahulu sebelum mendapatkan dia, yang lebih tepatnya kita ?? Mungkin iya, sepertinya memang begitu. Segala hal yang terjadi tak ada yang tak mungkin. Bahkan jika sebuah kata mustakhil...
oleh iwan suryanto | Sep 18, 2016 | Cerpen
By : Nurul Amaliyah Aku Amalia, biasa dipanggil Lia oleh teman-temanku. Aku duduk dibangku kelas 2 salah satu Madrasah Aliyah di Kabupaten Ponorogo. Dikelas aku termasuk anak yang kurang begitu aktif, suka tidur saat pelajaran, terutama saat jam pelajaran kosong....