📢 Informasi Penting: Pendaftaran Santri Baru Tahun 2025 telah ditutup. Nantikan pembukaan pendaftaran untuk Tahun 2026. Tetap ikuti informasi terbaru melalui website resmi dan media sosial Pondok Pesantren Al-Islam Joresan.

PP Al-Islam Joresan, 22 Juli 2025 – Dalam rangkaian kegiatan Pekan Perkenalan/Khutbatul ‘Arsy (PP) Tahun Pelajaran 2025–2026, para santri baru mendapatkan pembekalan penting tentang kegiatan kesantrian di Pondok Pesantren Al-Islam Joresan. Materi ini disampaikan oleh Ustadz Imam Haromain, S.Ag, selaku Kepala SMK Al-Islam Joresan, dengan penekanan pada pembentukan karakter dan kedisiplinan santri melalui aktivitas harian pondok.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Haromain menjelaskan bahwa kegiatan kesantrian merupakan bagian inti dari proses pembentukan kepribadian santri yang utuh, tidak hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dari sisi spiritual, moral, dan sosial.

“Kehidupan santri bukan sekadar belajar di kelas. Justru lebih banyak pendidikan yang terjadi di luar kelas melalui interaksi, kegiatan ibadah, dan rutinitas pondok. Itulah makna kehidupan pesantren yang sesungguhnya,” tutur beliau di hadapan para santri baru.

Beberapa kegiatan kesantrian yang dijelaskan dalam pemaparan tersebut antara lain:

  • Shalat Berjamaah Lima Waktu yang dilaksanakan di masjid secara teratur, menjadi landasan pembiasaan spiritual bagi santri.
  • Tadarus Al-Qur’an setiap pagi dan malam hari untuk menanamkan kecintaan terhadap kalamullah.
  • Kegiatan Muhadloroh (latihan pidato) yang rutin dilaksanakan sebagai media melatih keberanian dan retorika santri dalam tiga bahasa: Arab, Inggris, dan Indonesia.
  • Kebersihan dan kerapihan kamar serta lingkungan asrama, yang menjadi indikator kedisiplinan dan tanggung jawab pribadi.
  • Khidmah harian atau kegiatan pengabdian santri di berbagai lini pondok seperti dapur, keamanan, kebersihan, dan lainnya.
  • Kegiatan pembinaan kepribadian, seperti kajian kitab kuning, penguatan adab santri, dan pelatihan akhlak mulia.

Ustadz Haromain juga menekankan bahwa seluruh kegiatan ini bertujuan untuk melatih santri hidup tertib, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat kelak. “Santri harus siap menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” tegasnya.

Melalui materi ini, para santri diharapkan mulai memahami ritme kehidupan pesantren dan siap menjalaninya dengan penuh semangat. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal penanaman nilai-nilai utama pesantren: ikhlas, tawadhu’, disiplin, dan mandiri.

Selain itu beliau memaparkan agenda mingguan, bulanan, maupun tahunan pondok. Setiap rangkaian kegiatan seluruh santri wajib khidmat mengikuti agenda dengan sungguh-sungguh. Agenda besar kedepannya diantaranya: Pekan Olahraga Santri (POS), Pekan Kreativitas Santri (Prestasi), Khotaman dan Wada’, dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).

Dengan semangat dan antusiasme para santri baru, kegiatan kesantrian diharapkan mampu membentuk generasi muslim yang berilmu, beradab, dan siap mengabdi di tengah masyarakat.