Dari kejadian itu, Dodi punya ide untuk bikin club penolong, biar bisa dipeluk cewek. Ide itu diutarakan pada ke empat sahabatnya. “ guys, gimana kalo kita bikin club penolong? Gimana setuju?” jelas Dodi. “apa untungnya buat kita?” tanya Firly. Dodi menjawab, “dapat pahala.” .”Hm…aku sih yes.” jawab Joni. “betul betul betul., aku stuju sama Jono.” Tambah Firly. “kalo kamu sat?” tanya Dodi. “aku sih, iya iya aja”.
Malamnya, Dodi membuat selembaran isinya pengumuman tentang hadirnya “regu penolong”. Paginya, Dodi menempelkan selembaran itu di mading kampus. Setelah itu, mahasiswa-mahasiswi lain berbondong-bondong melihat pengumuman yang dibuat oleh Dodi. Pasca ditempelkan selembaran di mading, tidak satu orang pun yang meminta tolong/bantuan. Hal tersebut terjadi selama hampir 2 minggu. Pada minggu ke 3 bulan Pebruari, datangalah badai permasalahan yang amat besar, masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan diskusi.