oleh iwan suryanto | Sep 29, 2016 | Cerpen
Pagi ini seperti pagi-pagi biasanya. Aku hanya melirik meja makan dan itu membuatku muak dan ingin segera pergi dari rumah ini. Bukan rumah bagiku, ini hanya semacam tempat penampungan beberapa ular yang mematikan. Ini hanya semacam kuburan hidup yang tak berpenghuni....
oleh iwan suryanto | Sep 28, 2016 | Cerpen
Di sebuah desa ada sebuah tempat yang terpencil. Dan di tempat itu juga hampir setiap hari ada keributan seperti tokoh yang suka membuat keributan di tempat itu adalah Jono dan Fani. Mereka berdua sering ribut karena hal sepele seperti, saat istri Jono membuang sampah...
oleh iwan suryanto | Sep 27, 2016 | Cerpen
Bintang yang setia menemani malam, begitu pula embun setia menemani pagi, dan matahari yang tak lelah, seperti itulah persahabatan. Saling setia tanpa harus meminta, saling mengerti tanpa harus memohon. Namun suatu hari kenangan dan kepahitan yang dulu dirasakan...
oleh iwan suryanto | Sep 26, 2016 | Cerpen
Memang, mereka adalah sahabat. Mereka bagaikan “cincin dan permata” kemana-mana selalu bersama. Pantas, teman-temannya menjulukinya sebagai saudara kembar. Disitu ada Mery, di situ pula ada Rina. Namun, sebelum mereka menjadi sahabt, mereka sering bertengkar. Masalah...
oleh iwan suryanto | Sep 25, 2016 | Cerpen
Pagi yang cerah matahari bersinar dengan terang. Waktu berangkat sekolah telah tiba. Seperti biasa, aku berangkat bersama sahabatku. Ya, iya adalah Syahla. Ia adalah anak dari seorang kolongmerat ternama di Bogor. Sudah 10 tahun aku bersahabat dengannya. Syahla tidak...