Semakin Akrab Dengan BP

Beberapa santri terkadang bergidik mendengar istilah BP. Ah, itu dulu. Kata siapa yang bilang seperti itu? Inilah kenyataannya sekarang. BP tak berkonotasi anak yang “bermasalah” saja. Semakin “akrab” begitulah.
 
“Semakin akrab dengan BP” mungkin itulah istilah yang tepat. Tak jarang santri datang dan menyampaikan “uneg-uneg” mereka. Entah itu masalah pribadi, keluarga atau apapun yang mengganggu belajar mereka. Terkadang masalah “pacar” pun mereka sampaikan. Wajar yahhhh…. jangan mikir aneh-aneh.
 
Demi keberhasilan belajar santri, hari ini pondok mengagendakan komunikasi intens dengan santri agar mereka dekata dan semakin akrab dengan BP. Beberapa Tim Senior BP melalukan pendekatan pendekatan persuasif kepada santri. Mengajak santri untuk selalu menjadikan BP sebagai patner belajar mereka.
 
“Apa dan  bagaimana santri seharusnya?” dijelaskan secara runtut oleh ustadz Saifuddin Zuhri dan Ustadz Imam Hambali. Dua tim senior BP yang sudah sering menangani anak-anak. Tak lupa, etika di jalan raya pun disampaikan. Tak jarang kita menemukan santri kebut-kebutan di jalan raya. Inilah yang menjadi kekhawatiran. Dengan pendekatan persuasif semacam ini, insya Allah santri-santri Al-Islam akan menjaga batas-batas dan akhlaq di jalan raya.
Meski semua tema di atas seringkali dijelaskan oleh asatidz di kelas, kenapa masih disampaikan lagi? ini semuanya ditujukan demi terwujudkan santri-santri al-Islam yang semakin baik akhlaqnya. Pembelajaran yang berkelanjutan dan terstruktur. Inilah yang sebenarnya diharapkan, selain agar santri semakin dekat dengan BP.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*