📢 Informasi Penting: Pendaftaran Santri Baru Tahun 2025 telah ditutup. Nantikan pembukaan pendaftaran untuk Tahun 2026. Tetap ikuti informasi terbaru melalui website resmi dan media sosial Pondok Pesantren Al-Islam Joresan.

Memang, mereka adalah sahabat. Mereka bagaikan “cincin dan permata” kemana-mana selalu bersama. Pantas, teman-temannya menjulukinya sebagai saudara kembar. Disitu ada Mery, di situ pula ada Rina.

Namun, sebelum mereka menjadi sahabt, mereka sering bertengkar. Masalah kecil dibesar-besarkan oleh mereka. Dalam peribahasa jawa “KRIWIKAN DADI GROJOKAN”. Kalau mereka bertengkar, mereka sulit untuk akur, karena tidak ada yang mau mengalah. Teman-temannya menjulukinya bagikan kucing dan anjing. Namun anehnya, tidak lama mereka bertengkar. Akhirnya mereka akur dan begitu seterusnya kalau mereka bertengkar, tiada hari yang tak terlewatkan untuk bertengkar.

Created by Iwan Suryanto | Mediatama Tech

Artikel Terkait

Hari demi hari mereka lalui untuk bertengkar dan akhirnya, mereka menyadari bahwa bertengkar itu tidak ada gunanya. Mereka berjanji agar tidak bertengkar lagi. Akhirnya mereka menjadi sahabat.