Tea pun menghentakkan meja itu. Dan Galng pun kagum dan berdiam diri. Galang langsung pergi dari tempat itu. Tea pun tak merasa diri kalau dia menyakiti Galang. Tetapi Tea tak bermaksud melukai Galang. Mutiara jernih membasahi pipinya.
Beberapa hari Galang tak masuk ke sekolah, Tea pun mulai risau. Apa yang sebenarnya terjadi. Berbisik ke hatinya “Eh aku ke rumahnya sajalah”, tiba-tiba telepon rumah berbunyi. Ring… ring… ring…., ibunya Tea pun yang mengangkat, ibunya pun memanggil Tea. “Tea oh. Tea, cepat ganti baju nak! Kita ke rumah Galang sekarang.
Artikel Terkait
Tea pun tampak kebingungan dan segan. Tea hanye berdo’a kepada tuhan “Tuhan apa yang sebenarnya terjadi kepada sahabatku, ya tuhan selamatkan sahabatku semoga dia tak kenapa-napa ya tuhan”
Tea pun bertanya pada ibunya “Bu kenapa kita ke rumah Galang?”, ibunya pun menjawab “Tak tau nak tadi kakaknya Galang telepon kalau kita harus ke rumahnya”