Entah kapan waktu uda mulai berdetik, dia… Iya, dia. Fauzan. Uda turun dari sepedanya dan sekarang jalan,menghampir iaku. āAku mau ngomong sesuatu sama kamu, boleh?ā, ujarnya dengan nada lembut dan tanpakus dari,akuĀ mengangguk. Aku lihat sekelilingku. Masih sama, masih temen-temenku aja yang di sini. Dan masih saja, mereka sibuk ngobrol. Seperti tidak tau, aku āakanā ngobrol sama Fauzan. Atau mungkin berpura-pura tak tau(?)
Aku duduk. Tepat di depan dia berdiri. Capek tau berdiri.
āAku suka sama kamu, aku cinta sama kamuā, kata Fauzan dengan singkat. Jelas. Mendarat tepat di telinga. Mengebom hatiku. Meledaklah, duar!
Created by Iwan Suryanto | Mediatama Tech
kreatif
lanjutkan !