Semua temanku pun berujar…“Terima aja, anggap ini cuman ‘status’. Kamu masih bisa jaga diri kamu. Tetap istiqomah sama prinsip kamu. Aku yakin, pasti Fauzan bakal ngebantu kamu buat jaga prinsip kamu. Di anggap mungkin nyakitin kamu”,bisik Minda. Aku peluk dia,erat. “Iya, aku mau”, jawabku dengan senyum kecil untuknya. Semua temen-temen teriak, gempar.Akhirnya, aku berlalu dari dia. Kami berjalan menuju halte, tempat kita biasa nunggu bus. Aku seneng, aku sangat bersyukur kepada Allah. Semoga Allah ngga marah sama aku. Aku bisa miliki cinta di hati aku dengan sebuah jawaban pasti. Aku sangat menikmati hidup dengan cinta yang aku punya, dengan Fauzan. Indah…
Created by Iwan Suryanto | Mediatama Tech
kreatif
lanjutkan !