Ponorogo, 28 Agustus 2025 — Suasana penuh semangat membuncah di Aula Gedung Ibnu Hajar lantai 2, Pondok Pesantren Al-Islam, Kamis pagi ini. Sejarah baru kembali ditorehkan oleh PP Al-Islam dengan terselenggaranya Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) perdana, sebuah lompatan besar dalam pengkaderan Pramuka.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Hadir mewakili Ketua Kwartir Cabang Ponorogo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Kak Dr. M. Nurul Huda, M.Pd, beserta Kapusdiklatcab Ponorogo, Kak Lukman Aziz, S.Pd.I, dan tak ketinggalan Direktur PP Al-Islam, Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I, beserta jajaran pimpinan pondok.
Artikel Terkait

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Kak Dr. M. Nurul Huda menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap terobosan yang dilakukan oleh PP Al-Islam.
“Alhamdulillah, jos bledos tenan! KML perdana tercipta di PP Al-Islam 1001 pintu hari ini. Ini adalah wujud keberanian luar biasa setelah sebelumnya sukses menggelar 39 kali Kursus Mahir Dasar (KMD) yang lebih awal dari banyak lembaga lainnya” tuturnya.
Beliau juga menegaskan bahwa eksistensi PP Al-Islam telah menunjukkan dampak besar, bukan hanya di dunia pesantren, tetapi juga dalam ranah akademik dan nasional.
“Kami sangat kagum dengan kiprah PP Al-Islam di berbagai lini. Alumni Al-Islam ada di mana-mana, bahkan telah mencetak belasan profesor yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini bukti nyata bahwa pondok ini memiliki komitmen kuat dalam memajukan Indonesia” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PP Al-Islam, Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I, yang juga hadir sebagai peserta KML perdana ini menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besar terhadap keberlangsungan pengkaderan ini.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan kawalan dari Pusdiklatcab Ponorogo. Semuanya tidak lain demi menyongsong masa depan lebih baik. Regenerasi ini penting agar kita terus hadir, sigap, dan siap menjawab tantangan-tantangan ke depan” tutur beliau.

Tak kalah menarik, Kak Lukman Aziz dalam pernyataannya membagikan kisah unik di balik terselenggaranya KML ini. Dengan nada humoris namun penuh makna, ia menyampaikan:
“Setelah beberapa tahun terakhir kami colek, kompo, bahkan gojloki Kakak Direktur Pondok setiap saat, akhirnya alhamdulillah, bledos satu klaster berangkat KML perdana. Tapi ini baru langkah awal, Kak. Kami akan dampingi narakarya langsung selama enam bulan ke depan. Setelah itu, kami siap membawa PP Al-Islam menuju jenjang pelatihan yang lebih tinggi lagi.“
Kegiatan KML ini menjadi tonggak penting dalam upaya regenerasi kader Pramuka yang unggul, tangguh, dan siap mengemban tanggung jawab kepemimpinan masa depan. Keberhasilan ini bukan hanya kemenangan bagi PP Al-Islam, namun juga angin segar bagi perkembangan Pramuka.
Dengan semangat jos bledos yang menggelora, PP Al-Islam kembali membuktikan bahwa lembaga pesantren mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa melalui pendidikan, pengabdian, dan pengkaderan berkelanjutan.