Rumah Peradaban, PP Al-Islam – Dalam semangat kolaborasi lintas organisasi, Latihan Gabungan antara Dewan Galang (DG), Komunitas Ilmiah Santri Junior (KISJU), dan Palang Merah Remaja (PMR) Madya Nadya sukses digelar di Rumah Peradaban(5/9/2025). Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini mengusung tema “KITA adalah Satu Suara yang menggema, Satu Visi yang Menginspirasi, dan Satu Kekuatan yang tak Terbendung”.
Kegiatan ini menjadi wahana aktualisasi dan sinergi antarsantri yang tergabung dalam organisasi-organisasi berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: menjadi generasi yang berilmu, tangguh, dan siap berkhidmat untuk umat. Konsep yang diangkat menggabungkan unjuk kerja/proyek unggulan dan lintas alam/widegame sebagai media pembelajaran yang dinamis dan kolaboratif.
Artikel Terkait

Sarana Saling Melengkapi Skill Lintas Organisasi
Latihan gabungan ini tidak hanya menjadi ajang untuk unjuk kebolehan, tetapi juga untuk saling melengkapi keterampilan dan keunggulan dari masing-masing organisasi. DG hadir dengan kemampuan kepramukaan dan kepemimpinannya, KISJU menampilkan proyek-proyek ilmiah dan literasi mereka, sementara PMR Madya menyuguhkan praktik pertolongan pertama serta pengetahuan dasar kesehatan remaja.
Dalam sesi unjuk kerja, peserta dari ketiga organisasi menampilkan produk unggulan mereka:
- DG: Demonstrasi baris-berbaris, semaphore, dan simulasi leadership games
- KISJU: Presentasi mini riset dan media edukatif karya santri
- PMR Nadya: Simulasi penanganan luka, tandu darurat, dan edukasi pola hidup sehat
Sesi widegame/lintas alam menjadi bagian yang paling dinantikan. Di sinilah kolaborasi nyata diuji. Tim-tim campuran dari ketiga organisasi harus menyelesaikan berbagai pos tantangan yang mengharuskan mereka bekerja sama, menggabungkan pengetahuan, dan mengambil keputusan secara kolektif.

Pendamping yang Aktif Menginspirasi
Kegiatan ini didampingi secara langsung oleh para pembimbing masing-masing organisasi. Ketiganya tak hanya hadir secara fisik, tapi juga memberikan bimbingan, motivasi, dan refleksi selama proses berlangsung.
Ustadz Aziz Mukhlason, S.Pd, pembimbing Dewan Galang menyampaikan bahwa kegiatan ini membuktikan pentingnya membangun kolaborasi sejak dini.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa menjadi kuat bukan karena berdiri sendiri, tapi karena mampu bersatu. Latgab ini membentuk karakter gotong royong, kepemimpinan, dan keberanian mengambil peran,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadzah Nevi Aida, S.Pd, pembimbing KISJU menekankan pentingnya berpikir ilmiah sekaligus mampu bekerja dalam tim lintas disiplin.
“Ilmu tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus berjalan bersama nilai, keterampilan, dan empati. Melalui kegiatan ini, kami mengajak santri untuk membuka diri terhadap perspektif baru dan menerapkannya dalam kehidupan nyata,” ucapnya.
Sedangkan Ustadzah Layli Nur Alimah, M.Pd, pembimbing PMR Madya Nadya menuturkan bahwa keterampilan pertolongan pertama bukan hanya milik PMR saja, tapi semua remaja perlu memilikinya.
“Dengan berbagi ilmu di kegiatan ini, kita harap santri bisa menjadi pribadi yang sigap, peduli, dan terlatih menghadapi situasi darurat. Inilah bentuk cinta kepada sesama,” tuturnya penuh haru.
Satu Suara, Satu Visi, dan Satu Kekuatan
Lebih dari sekadar kegiatan gabungan, Latgab ini menjadi simbol nyata dari sinergi dan harmoni. Tema yang diangkat—“KITA adalah Satu Suara yang menggema, Satu Visi yang Menginspirasi, dan Satu Kekuatan yang tak terbendung”—benar-benar terejawantah dalam setiap aktivitas, diskusi, dan kebersamaan.
Di akhir kegiatan, para peserta menyuarakan komitmen bersama untuk terus menjalin kerjasama, memperdalam keilmuan, dan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
Semoga Latihan Gabungan ini menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan lintas organisasi lainnya di lingkungan pesantren dan sekolah, bahwa keberagaman bukanlah penghalang, tapi kekayaan yang memperkuat.