📢 Informasi Penting: Pendaftaran Santri Baru Tahun 2025 telah ditutup. Nantikan pembukaan pendaftaran untuk Tahun 2026. Tetap ikuti informasi terbaru melalui website resmi dan media sosial Pondok Pesantren Al-Islam Joresan.

Ponorogo, 22 Oktober 2025 — Pondok Pesantren Al-Islam bekerja sama dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Mlarak sukses menyelenggarakan Apel Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Utama PP Al-Islam, Rabu pagi (22/10). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, diikuti oleh ribuan santri, guru, asatidz, serta jajaran pengurus pondok dan MWC NU setempat.

Apel peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema nasional “Santri Jayakan Negeri”, sebagai momentum meneguhkan peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan melanjutkan perjuangan para ulama terdahulu.

Pembacaan Resolusi Jihad oleh KH. Halwani Syukron, S.Ag

Usai amanat Inspektur Upacara, acara dilanjutkan dengan pembacaan teks Resolusi Jihad oleh KH. Halwani Syukron, S.Ag, selaku Ketua MWC NU Kecamatan Mlarak sekaligus Bendahara Pengurus Yayasan Al-Islam. Dengan suara lantang dan penuh semangat kebangsaan, beliau membacakan teks historis tersebut yang menjadi tonggak perjuangan para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Momen pembacaan Resolusi Jihad ini menggetarkan suasana lapangan, diiringi dengan penghormatan bendera merah putih dan lantunan shalawat dari para santri yang hadir.

Inspektur Upacara: Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I

Bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam kegiatan ini adalah Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I, selaku Direktur PP Al-Islam Ponorogo. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya santri untuk terus meneladani semangat perjuangan dan pengabdian para kiai serta ulama terdahulu.

“Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali jati diri santri sebagai penjaga nilai-nilai agama, moral bangsa, dan pelanjut perjuangan kemerdekaan. Dulu para santri berjuang dengan bambu runcing, hari ini kalian berjuang dengan ilmu dan akhlak mulia,” ujar KH. Usman Yudi dalam sambutannya.

Beliau juga menegaskan bahwa semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari harus terus dihidupkan dalam diri setiap santri.

“Resolusi Jihad adalah bukti bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman. Maka, menjadi santri berarti siap berkhidmat kepada agama, masyarakat, dan bangsa dengan segenap kemampuan dan keikhlasan,” tambahnya.

KH. Usman Yudi menutup amanatnya dengan pesan agar seluruh santri PP Al-Islam senantiasa menjaga kedisiplinan, menanamkan rasa syukur, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Rangkaian Acara Hari Santri: Murak Tumpeng dan Lomba Asrama

Usai apel utama, acara dilanjutkan dengan tradisi murak tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas keberkahan ilmu dan perjuangan santri di lingkungan PP Al-Islam. Kegiatan ini diikuti secara serentak oleh seluruh asrama dan unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Al-Islam.

Selain itu, panitia juga menggelar beragam perlombaan tingkat asrama, di antaranya lomba pidato santri, cerdas cermat keaswajaan, dan lomba baris-berbaris santri. Suasana gembira dan penuh kekeluargaan menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan, menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya ajang mengenang sejarah, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah dan semangat berkompetisi secara positif.

Penutup: Santri Jayakan Negeri

Kegiatan apel bersama MWC NU Mlarak ini menjadi bukti sinergi yang erat antara pesantren dan struktur keulamaan NU di tingkat kecamatan. Semangat kebersamaan antara PP Al-Islam dan MWC NU diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di masa mendatang.

Dengan digelarnya Apel Hari Santri 2025 ini, santri PP Al-Islam diharapkan semakin mantap melangkah menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis, sebagaimana pesan yang selalu digaungkan oleh para kiai:

“Dari pesantren untuk Indonesia, dari santri untuk peradaban dunia.”