Puncak Harlah ke-57: Keberkahan Hadirnya Mbah Kuri Jenes di Al-Islam Joresan

Keberkahan Hadirnya Mbah Kuri Jenes di Al-Islam Joresan

Pada puncak perayaan Hari Lahir Pondok Pesantren Al-Islam Joresan yang ke-57, Keluarga Besar Pondok Pesantren merasa sangat bersyukur dengan kehadiran sosok yang disebut sebagai wali Allah majdzub, Mbah Kuri Jenes. Kehadiran beliau di tengah perayaan ini memberikan berkah yang luar biasa dan melahirkan momen yang tak terlupakan.

Mbah Kuri Jenes, seorang tokoh yang sangat dihormati, tiba di Pondok Pesantren sejak pagi hari. Dalam pakaian sederhana sebagai kebiasaan beliau dengan peci putihnya. Beliau berkenan berkeliling melihat dan mengawasi setiap prosesi harlah yang sedang berlangsung. Tak hanya itu, Mbah Kuri Jenes turut ada menunggui dan menyertai persiapan penyambutan Gubernur dan Bupati, bahkan saat santri membentuk pagar betis untuk menyambut kedatangan mereka. Beliau berkenan dulu menunggu di pinggir jalan di mana santri-santri sedang disiapkan di sepanjang jalan.

Kedatangan Mbah Kuri Jenes menyebabkan antusiasme yang luar biasa di kalangan santri, guru, dan elemen lainnya. Mereka ingin bertabarruk (mengambil berkah) dengan jabat tangan dan mencium tangan beliau. Nampak beberapa hadirin yang berduyun-duyun mendekat kepada beliau. Setiap tatapan dan sentuhan tangan beliau adalah bentuk berkah yang membawa kebaikan dan keberkahan dari Allah yang dititipkan melalui wali-Nya.

Namun, momen paling bersejarah terjadi saat reuni Akbar di hari yang sama. Mbah Kuri Jenes berkenan duduk di kursi paling depan, menjadi saksi dan penunggui acara yang dihadiri oleh ribuan alumni dan tamu undangan. Keberadaannya di sana mengingatkan menjadikan semangat dan optimisme tersendiri. Apalagi akhir-akhir ini Mbah Kuri juga sering ada dan berkenan rawuh  di Pondok Pesantren Al-Islam.

Pondok Pesantren Al-Islam Joresan merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Mbah Kuri Jenes di puncak perayaan harlah. Secara umum, kehadirian beliau pada peringan puncak harlah ke-57 Pondok Pesantren Al-Islam ini memberikan warna dan semangat kepada seluruh keluarga pesantren Al-Islam Joresan.

BACA JUGA  Pesan Duta Besar Lena Mariana: Moderasi dalam Beragama sebagai Kunci Menghasilkan Generasi Berkualitas

Begini cuitan salah satu alumni yang kerap disapa Kang Zaenal Hercules tentang rawuhnya Mbah Kuri Jenes.

....gko engi met cooon…. begitulah kalimat yg saya dengar ketika mbah kuri berbincang dgn kang kaji harwanto….. ngko engi met coon….. met cooon…..itulah kata kata yg selalu diulang ulang setiap lewat depan stan bazar 94….. karena sering diulang ulang ….kami yg mendengarkan sejenak jadi berfikir….. mungkin ini bagian dari dawuh yang kami belum paham makna dan maksud dawuh itu…. met coon ….ngko engi met cooon….. mulailah gentayangan ilusi dan persepsi kami terhadap kalimat itu…. mercon atau petasan menurut kamus bhs indonesia adalah
mer·con n peledak berupa bubuk yang dikemas dalam kertas dan sebagainya, biasanya bersumbu, digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa….

intinya ada merco berarti ada ledakan…. hati mengulik apa ini berupa simbol doa dari mbah kuri ya….. mendoakan pada Madrasah Al Islam yg dikelola oleh yayasan Al Islam….akan mengalami ledakan ledakan yg luar biasa di dalam kemajuan segala hal….. muridnya semakin banyak …gedungnya semakin lengkap …. pengelolaanya semakin profesional…. ustadz ustadzahnya ( pengasuhnya semakin matang dalam makna dan fungsi murobbi) seperti halnya dalam surat An Naas…. ejawantah dari رب الناس۔۔۔۔۔ bisa dimaknai yang mengasuh/ mendidik seluruh manusia…. Keberkahan ilmunya juga semakin merambah ke lubuk kehidupan santri dan alumninya….. bisa dilihat dr animo alumni dlm berhidmat ke Al Islam sungguh luar biasa….
kembali ke mercon…..dalam dawuh mbah kuri yg tersirat penuh makna doa itu….kami semakin yakin….bahwa kalimat yg terlontar berulang ulang dr mbah kuri tsb….pasti penuh dgn makna….akhirnya kami berupaya utk pengadaan mercon tsb….. karena tidak masuk dlm run down acara mungkin dari beberpa panitia ada yg kaget atau melihat sisi lain dari dibunyikanya mercon tsb……mungkin dinilai mengganggu acara..gak sopon kurang adab dll….. maka dari itu kami dr team mercon mohon maaf yg sedalam dalamnya. mungkin kami agak berlebihan dlm memaknai kata kata dr mbah kuri…..
salam hormat
salam semangat
salam harlah……

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*