📢 Informasi Penting: Pendaftaran Santri Baru Tahun 2025 telah ditutup. Nantikan pembukaan pendaftaran untuk Tahun 2026. Tetap ikuti informasi terbaru melalui website resmi dan media sosial Pondok Pesantren Al-Islam Joresan.

Ponorogo, Rabu 6 Agustus 2025 — Kelompok seni karawitan Santri Laras Budaya dari Pondok Pesantren Al-Islam Joresan menunjukkan eksistensinya dalam ajang Festival Karawitan Pelajar SMA Sederajat se-Kabupaten Ponorogo yang digelar pada Rabu, 6 Agustus 2025. Dalam kompetisi bergengsi yang diikuti oleh berbagai sekolah menengah atas ini, Santri Laras Budaya menjadi satu-satunya peserta dari kalangan pondok pesantren.

Di bawah bimbingan Ustadz H. Wahyudiono, S.Pd, para santri tampil membawakan dua komposisi gamelan, yakni lagu Ladrang Ayun-Ayun dan Lancaran Ayun-Ayun Tanjung Gunung. Kedua lagu ini bukan sekadar rangkaian nada, melainkan sarat makna dan pesan moral. Lagu Ayun-Ayun Tanjung Gunung secara khusus menyampaikan pesan tentang kehidupan yang harmonis, ketekunan dalam belajar, serta pentingnya menjaga nilai-nilai tradisi di tengah modernitas.

Ustadz H. Wahyudiono, S.Pd, selaku pembimbing ekstrakurikuler karawitan menuturkan bahwa keikutsertaan ini adalah bagian dari misi pondok dalam menyebarkan nilai-nilai luhur Islam yang berdampingan dengan budaya.

“PP Al-Islam berkomitmen dalam syiar ilmu, agama, dan keberagaman salah satunya melalui pelestarian budaya. Karawitan adalah warisan budaya yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Semoga dalam festival ini, Laras Budaya mampu menampilkan yang terbaik,” ungkap beliau.

Penampilan para santri disambut baik oleh dewan juri dan penonton. Harmoni gamelan yang dimainkan dengan penuh penghayatan dan disiplin mencerminkan proses latihan yang sungguh-sungguh.

Nurwan Sediana, selaku pelatih Laras Budaya, mengaku sangat bangga dengan penampilan para santri.

“Saya sangat senang dan terharu melihat performa mereka di atas panggung. Ini adalah hasil dari kerja keras dan semangat mereka dalam berlatih. Semoga karawitan Santri Laras Budaya PP Al-Islam semakin maju dan berkembang di masa depan,” ujarnya.

Keterlibatan santri dalam festival ini sekaligus menjadi simbol bahwa dunia pesantren dapat berperan aktif dalam pelestarian budaya tradisional. Laras Budaya hadir bukan hanya sebagai peserta lomba, tapi juga sebagai duta pesantren yang membawa nilai-nilai kebaikan melalui seni.

Dengan semangat religiusitas dan kecintaan pada budaya, PP Al-Islam terus menumbuhkan karakter santri yang utuh: berilmu, beriman, dan berbudaya.