Hari ini, PP Al-Islam Joresan menggelar acara penyegaran ilmu dengan mengadakan Pelatihan dan Penataran Metode Tartila bagi puluhan Ustadz dan Ustadzah. Acara berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 15 hingga 17 Juli 2025, di gedung pertemuan Ibnu Hajar lt. 2 dan Al-Kautsar lt. 2. Para peserta akan mendapatkan materi dari narasumber Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Ponorogo(15/7/2025).
Direktur PP Al-Islam Joresan, Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I, menyampaikan rasa terima kasih kepada JQHNU Kabupaten Ponorogo yang telah mendukung kegiatan ini secara rutin setiap tahun. Metode Tartila merupakan cara belajar Al-Qur’an yang mudah dipahami oleh santri.
Artikel Terkait

“Tujuan dari pelatihan ini adalah agar santri, khususnya yang masih membutuhkan pembelajaran lebih dalam membaca Al-Qur’an, dapat memahami dengan cepat, mendalam, dan mengingat dengan baik sehingga kelancaran dalam membaca Al-Qur’an dapat tercipta” tutur beliau dalam sambutannya.
Ustadz Choirul Anwar, S.Ag, menegaskan bahwa kunci kesuksesan dalam mengajar tidak hanya terletak pada metode yang digunakan, tetapi juga pada karakter seorang guru. Di era transformasi digital saat ini, guru Al-Qur’an harus mampu membaca tantangan yang ada dan teknik yang baik. Guru yang dihormati dan diteladani akan mampu membangun karakter yang kuat.

Beliau menekankan pentingnya penyegaran metode Tartila bagi ustadz dan ustadzah PP Al-Islam Joresan agar mereka dapat mengajar dengan lebih baik. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan metode ini dengan baik dalam proses pembelajaran Al-Qur’an di masa mendatang. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan ilmu terutama para peserta.







