Senyum Sang Kyai Yang Ampuh

Setelah mempelajari lebih lanjut dan terus belajar, sebagai seorang guru ternyata banyak hal yang ternyata sangat berpengaruh dalam mengajar kita. Dan ini berpengaruh sekali terhadap bagaimana kita mengembangkan metode, memperlakukan anak, memutuskan masalah, dan lainnya. Apa itu? Mindset.

Secara umum, semua dari kita menyadari apa itu mindset. Terjemah bebas saya, mindset ya pola pikir. Frame yang ada dalam diri kita. Bagaimana kita memahami anak, bagaimana kita memahami metode, bagaimana kita menyadari kekuatan rpp, dan lainnya.

Kenyataannya adalah seringnya interaksi kita dengan murid ternyata meninggalkan bekas dalam hati dan perasaan. Bekas ini kalau positif tentu akan membuat jadi semakin semangat mengajar. Tapi sebaliknya kalau negatif, yang terjadi ya sebaliknya, jadi semakin malas mengajar.

Sebagai contoh kita sedang marah dengan anak, jika kejadian itu kemudian kita ingat saja, perilaku anak ini seolah masih terjadi saat ini. Anda lebih memilih memutar film kesalahan si anak di pikiran, kita tidak akan bisa memaafkan. Yang terjadi kita memendam amarah kepada si anak. Kita kemudian perlahan menyakini bahwa si anak nakal.

Lalu? Apa yang kita yakini ini kemudian menjadi doa kita bagi mereka. Ada satu hadits qudsi yang bisa kita ingat, “Aku (Allah) adalah menurut prasangka hamba-Ku kepada-Ku”.

Efek secara psikologis pun akan sangat tampak. Semisal kita menyakini si anak nakal, sekeras apapun usaha dia untuk mengubah diri, terkadang kita seringkali menilainya dengan “caper, ora tenanan, males, dan seterusnya”. Kenapa? Link dalam pikiran kita dipenuhi keyword “nakal”. Ya sudah, list yang muncul juga demikian.

Kalau kita ingat para masyayikh dulu jarang sekali marah saat melihat si murid nakal. Beliau hanya tersenyum, namun jauh dalam hati nurani beliau, mendoakan dengan tulus akan perubahan yang lebih baik pada diri santri. Sehingga banyak dari tangan beliau-beliau lahir banyak ulama besar yang muncul dan memberikan manfaat banyak bagi masyarakat.

Semoga uswah dari para masyayikh bisa kita lakukan juga. Amiiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *