Pesan Duta Besar Lena Mariana: Moderasi dalam Beragama sebagai Kunci Menghasilkan Generasi Berkualitas

Bismillahirohmanirohim

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Saya Lena Mariana. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa penuh Republik Indonesia untuk Kuwait, mengucapkan selamat milad ke 57 kepada Para Pimpinan, Tenaga Pendidik, Santriwan dan Santriwati Pesantren Al Islam Joresan Mlarak Ponorogo, semoga Pesantren ini dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus juga kepada para santriwan santriwati dapat mempromosikan dan menerapkan prinsip-prinsip washatiah atau moderasi dalam beragama. Sekali lagi selamat milad, terima kasih wabillaahi taufik wal hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada momen harlah Pondok Pesantren Al Islam ke-57, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kuwait, Lena Mariana, menyampaikan harapannya agar pesantren ini dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip washatiah atau moderasi dalam beragama kepada para santriwan dan santriwati. Ungkapan Lena Mariana ini menggambarkan peran penting pesantren dalam membangun masyarakat yang harmonis dan toleran di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam memiliki peranan strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda Muslim. Dalam konteks ini, Duta Besar Lena Mariana menegaskan bahwa penting bagi pesantren untuk mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga memiliki kualitas kepribadian yang baik. Generasi berkualitas haruslah mampu menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pandangan Lena Mariana, moderasi dalam beragama adalah prinsip yang sangat relevan dan penting dalam menyongsong masa depan. Prinsip washatiah mengajarkan umat Muslim untuk menjaga keseimbangan antara keberagamaan dan kehidupan sosial di masyarakat. Hal ini berarti menghindari sikap ekstremisme dan fanatisme yang dapat merusak harmoni dan keberagaman dalam masyarakat.

BACA JUGA  Peresmian Gedung al-Kautsar Di Puncak Harlah Ke-57

Penerapan prinsip-prinsip washatiah dalam kehidupan sehari-hari santriwan dan santriwati di pondok pesantren akan membantu mereka untuk memahami dan menerapkan ajaran agama secara bijak dan seimbang. Prinsip ini mengajarkan para santri untuk menjadi umat yang moderat, berakhlak mulia, dan mampu menjaga toleransi antarumat beragama.

Selain itu, moderasi dalam beragama juga akan mempersiapkan generasi muda Muslim untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan global yang semakin kompleks. Dalam era digital dan globalisasi, para santriwan dan santriwati perlu memahami nilai-nilai universal agama yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari serta mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda agama dan budaya.

Melalui pesan Duta Besar Lena Mariana ini, pesantren diharapkan menjadi wahana yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berintegritas, toleran, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Dalam suasana keberagaman, prinsip-prinsip washatiah atau moderasi dalam beragama menjadi fondasi yang kokoh dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia dan dunia.

Sebuah harapan besar di mana Pondok Pesantren Al Islam di usianya yang sudah lebih dari 5 dekade untuk terus berkembang dan memberikan manfaat dan lebih luas kepada masyarakat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*